Konten dari Pengguna

Negara Agraris: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Negara Agraris, Foto: Pexels/Tom Fisk
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Negara Agraris, Foto: Pexels/Tom Fisk

Negara agraris memiliki kontribusi yang signifikan dalam menjaga keseimbangan pasokan pangan dunia.

Peran strategis negara-negara agraris menjadi penopang utama bagi kebutuhan pangan global, sekaligus mencerminkan bagaimana sektor pertanian dapat menjadi tulang punggung ekonomi suatu wilayah.

Mengutip situs unair.ac.id, Indonesia merupakan negara agraris yang menyebabkan sektor pertanian menjadi sektor penting dalam menunjang kebutuhan pangan.

Pengertian Negara Agraris

Ilustrasi Negara Agraris, Foto: Pexels/Pok Rie

Negara agraris adalah negara yang perekonomiannya sebagian besar bergantung pada sektor pertanian, termasuk kegiatan bercocok tanam, peternakan, dan perikanan.

Dalam negara agraris, mayoritas penduduk bekerja di bidang pertanian, dan hasil pertanian menjadi komponen penting dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.

Ciri-Ciri Negara Agraris

Ilustrasi Negara Agraris, Foto: Pexels/Tom Fisk

Dalam perkembangan dunia modern, negara agraris menghadapi tantangan besar untuk terus meningkatkan produktivitas sambil menjaga keberlanjutan lingkungan. Berikut ciri-ciri negara agraris:

  1. Sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian atau bercocok tanam.

  2. Wilayah negara lebih banyak digunakan untuk kegiatan agraris seperti sawah, ladang, atau perkebunan.

  3. Perekonomian negara bergantung pada produksi dan distribusi hasil pertanian.

  4. Negara memiliki tanah yang subur dan iklim yang mendukung pertanian.

  5. Menggunakan teknologi sederhana hingga modern dalam kegiatan agraris.

  6. Hasil pertanian menjadi salah satu komoditas ekspor utama untuk mendapatkan devisa.

  7. Tradisi dan budaya masyarakatnya erat kaitannya dengan pertanian, seperti ritual tanam padi atau panen.

Contoh Negara Agraris

Ilustrasi Negara Agraris, Foto: Pexels/Helena Lopes

Negara agraris sering kali memiliki keunikan dalam menjaga tradisi dan budaya bercocok tanam yang menjadi warisan turun-temurun. Berikut adalah contoh negara agraris:

1. Indonesia

Mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian. Komoditas utama: padi, kelapa sawit, kakao, kopi, dan rempah-rempah.

2. India

Salah satu negara dengan populasi petani terbesar. Komoditas utama: gandum, padi, kapas, dan tebu.

3. Vietnam

Ekonomi Vietnam bergantung pada ekspor hasil pertanian seperti padi dan kopi.

4. Thailand

Disebut sebagai "lumbung padi dunia," Thailand adalah salah satu pengekspor beras terbesar.

5. Brazil

Negara ini terkenal dengan ekspor kopi, tebu, dan kedelai.

6. China

Meskipun memiliki sektor industri besar, pertanian tetap penting, dengan komoditas seperti padi, jagung, dan sayuran.

Dengan memanfaatkan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, serta penerapan teknologi modern, negara agraris dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (Fikah)

Baca juga: Mengapa Asia Tenggara Merupakan Wilayah Pertanian yang Subur? Berikut Jawabannya