Negara Pelopor Imperialisme Modern yang Perlu Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Imperialisme modern terjadi sejak negara kawasan Eropa mengalami Revolusi Industri. Imperialisme modern mulai diintensifkan sejak tahun 1879. Terdapat beberapa negara pelopor imperialisme modern dengan perannya masing-masing.
Agar semakin tahu, simak pembahasan di uraian berikut!
Negara Pelopor Imperialisme Modern
Nana Supriatna dalam buku berjudul Sejarah Kelas X Sekolah Menengah Atas menjelaskan bahwa Revolusi Industri yang melanda kawasan Eropa abad ke-19 menimbulkan imperialisme modern.
Imperialisme modern mempunyai landasan filosofis yang berbeda dengan kolonialisme dan imperialisme kuno.
Jika imperialisme kuno serta kolonialisme dilandasi dengan semangat merkantilisme, semangat kejayaan, serta penaklukan, maka imperialisme modern lebih banyak didorong oleh motivasi ekonomi yang bertumpu terhadap industrialisasi.
Adapun negara pelopor imperialisme modern, yaitu:
1. Inggris
Inggris telah mengalami Revolusi Industri mulai tahun 1870-an. Kemudian, pada akhir abad ke-18, muncullah peralihan penggunaan tenaga kerja di Inggris. Tujuannya untuk mengganti tenaga manusia dan hewan menjadi tenaga mesin berbasis manufaktur.
Inggris sebagai negara pelopor imperialisme modern menjadikan tanah jajahan untuk memperoleh bahan mentah, lokasi pemasaran hasil industri, dan sumber tenaga buruh yang dibayar murah.
Salah satu negara jajahan Inggris adalah Afrika yang dijajah untuk memenuhi tuntutan negara Inggris.
Masyarakat Afrika harus menanam tanaman kapas yang sedang laku keras di pasar Eropa. Kapas hasil pertanian masyarakat Afrika juga dibeli dengan harga murah oleh Inggris.
2. Jepang
Jepang pada abad ke-19 mulai mengalami berbagai perkembangan pesat karena Restorasi Meiji. Restorasi Meiji merupakan peristiwa berakhirnya kekuasaan shogun dan mulai berdiri kekuasaan kaisar Jepang.
Peristiwa tersebut banyak dipercaya sebagai titik balik Jepang dan bisa membawa Negara Sakura ini tumbuh menjadi negara maju dan kuat. Kaisar Meiji selanjutnya mereformasi Jepang dengan tujuan menggalakkan pembangunan industri dan teknologi.
Jepang dalam waktu singkat bisa menjadi salah satu negara industri yang maju. Selanjutnya, Jepang memerlukan bahan baku dan lokasi pemasaran. Akhirnya, Jepang mencari negara jajahan yang bisa menyediakan keperluan tersebut.
3. Belanda
Belanda saat menjajah Indonesia menerapkan sistem tanam paksa dan akhirnya memunculkan berbagai penyimpangan. Pada 1870, sistem tanam paksa dihapus kemudian diganti Politik Pintu Terbuka.
Penerapan Politik Pintu Terbuka mengakibatkan munculnya berbagai investor asing, membuat sistem tanam paksa diganti dengan kerja bebas, serta usaha perkebunan mulai berkembang di luar Pulau Jawa.
Itulah beberapa negara pelopor imperialisme modern yang perlu diketahui. Semoga membantu! (Ek)
