NGO: Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis, dan Ciri-cirinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

NGO adalah organisasi nirlaba yang tidak mengutamakan keuntungan dan berkaitan dengan kepentingan sipil serta lingkungan.
Arianto dalam NGO atau LSM sebagai Sarana Membangun Budaya Politik Indonesia menyebutkan jika organisasi NGO memiliki tingkat kemandirian yang cukup tinggi.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu NGO dan fungsinya, baca artikel berikut ini.
Pengertian NGO
Non Governmental Organization atau NGO adalah organisasi non-pemerintahan yang bergerak di bidang kemaslahatan sipil dan lingkungan serta tidak mengutamakan keuntungan.
NGO ini tak sebatas melayani kebutuhan sosial masyarakat saja, tetapi juga bisa melayani kebutuhan perusahaan.
Selayaknya perusahaan pada umumnya, NGO juga mempunyai anggota per bidang. Akan tetapi, setiap anggotanya tersebut adalah relawan, sehingga tidak dibayar.
Ciri-ciri NGO
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, NGO adalah organisasi non komersial yang melayani masyarakat untuk kepentingan sipil dan lingkungan.
Adapun ciri-ciri NGO adalah:
Cenderung berpihak pada masyarakat di taraf atau kelas sosial ke bawah.
Berjalan secara independen tanpa adanya campur tangan pemerintah, sehingga tidak bersifat politik.
Termasuk organisasi nirlaba, sehingga tidak mencari keuntungan apa pun dalam bentuk rupiah.
Para staf bekerja secara sukarela untuk kepentingan sosial serta lingkungan.
Organisasi non birokrat, sehingga prosedur yang dijalankan cenderung ringkas dan tidak berbelit-belit.
Fungsi NGO
Sebagai suatu organisasi masyarakat, NGO mempunyai peran yang cukup penting. Adapun peran dan fungsi NGO adalah:
1. Perwakilan Kelompok Masyarakat Tertentu
Salah satu fungsi NGO adalah sebagai perwakilan kelompok masyarakat tertentu untuk membantu memperjuangkan hak-hak sosialnya yang tidak memperoleh campur tangan pemerintah.
Dalam hal ini, NGO bisa berperan sebagai advokator untuk memfasilitasi kelompok masyarakat agar mampu dan berani menyuarakan pendapatnya.
2. Mendorong Munculnya Inovasi Berkelanjutan
Fungsi NGO berikutnya adalah mendorong inovasi berkelanjutan, hal ini termasuk juga proyek uji coba dan percontohan. Hal ini untuk mendorong masyarakat agar lebih inovatif dan kreatif.
3. Aspirator
Selanjutnya, fungsi NGO adalah sebagai aspirator dan perantara penyampaian pesan antara masyarakat serta pemerintah. Dengan begitu, NGO bisa membantu masyarakat untuk menyampaikan masalah dan keluhan yang muncul di lingkungan sosial.
4. Pengembangan dan Pembangunan pada Aspek Kehidupan Sosial
Fungsi NGO lainnya adalah sebagai pengembang dan pembangun kehidupan masyarakat dalam aspek kehidupan sosial. Dengan begini, NGO membantu masyarakat agar lebih maju.
5. Bantuan Teknik dan Monitoring
Fungsi NGO berikutnya adalah memberikan bantuan teknik dan monitoring kepada masyarakat. Di samping itu, bantuan teknik dan monitoring yang diberikan juga akan dilakukan secara efektif.
Jenis-jenis NGO
NGO sendiri mempunyai beberapa jenis yang terbagi berdasarkan fokus organisasi dan tingkatannya. Adapun jenis-jenis NGO adalah:
1. Berdasarkan Fokus Organisasi
Organisasi amal
Organisasi layanan hidup
Organisasi partisipasi masyarakat
Organisasi pemberdayaan
2. Berdasarkan Tingkatan Operasional
Berbasis komunitas
Lingkup urban
Lingkup nasional
Lingkup internasional
Demikian penjelasan mengenai apa itu NGO, ciri-ciri, fungsi, dan jenis-jenisnya. [ENF]
