Nilai Religius Dikenal Bangsa Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika ditilik lebih jauh dalam kacamata ilmu Sejarah, nilai religius dikenal oleh bangsa Indonesia sejak masa manusia purbakala atau zaman prasejarah. Pada masa itu manusia purbakala sudah mengenal konsep penyembahan dan kekuatan ghaib.
Adanya artefak peninggalan zaman prasejarah telah menunjukan masyarakat sejak zaman tersebut sudah memiliki kecenderungan religius atau kecenderungan terhadap Tuhan. Selanjutnya akan dibahas pada tulisan di bawah ini.
Sejarah dan Perkembangan Nilai Religius Bangsa Indonesia
Nilai religius bangsa Indonesia tidak hanya hadir saat kerajaan-kerajaan Hindu - Budha berkuasa. Namun, jauh sebelum zaman kerajaan, manusia purba di Indonesia sudah terlebih dahulu mengenal konsep penyembahan.
1. Zaman Batu Besar
Mengutip buku Agama-Agama Lokal Di Indonesia, Dwi Wahyuni, S.Ud., M.A, (2024:15), pada situs-situs prasejarah seperti Menhir, Lingga, dan Yoni memiliki signifikansi dalam konteks nilai-nilai religius masa prasejarah menurut ahli arkeologi.
Menhir merupakan simbol penghormatan atau pemujaan terhadap leluhur dan entitas spiritual dalam sistem kepercayaan masyarakat pada zaman prasejarah.
Menhir sendiri terbuat dari batu tegak yang sengaja diletakan di tempat tertentu. Batu tegak ini adalah produk dari zaman Megalitikum atau zaman batu besar yang berkembang sekitar tahun 2.500 sebelum masehi.
Selain itu ada meja batu atau dolmen digunakan untuk meletakkan sesaji yang biasa digunakan untuk pemujaan terhadap kekuatan gaib atau para leluhur.
Pada zaman itu manusia purba menganut animisme dan dinamisme, di mana mereka percaya bahwa setiap benda memiliki roh dan alam memiliki kekuatan gaib. Selain menhir peninggalan lainnya seperti dolmen juga berkaitan erat dengan kekuatan gaib.
2. Zaman Kerajaan
Pada zaman kerajaan Hindu Budha yang dimulai pada abad 4 hingga 15 nilai religius bangsa Indonesia semakin terlihat. Munculnya kerajaan-kerajaan seperti Sriwijaya dan Majapahit semakin memudahkan dalam penyebaran agama Hindu dan Budha.
Setelah masa kerajaan Hindu Budha lalu muncul kerajaan-kerajaan Islam yang semakin mempermudah penyebaran agama Islam di Indonesia. Masa pertumbuhan kerajaan Islam yakni mulai dari abad ke 13 hingga 17.
Nilai religius dikenal oleh bangsa Indonesia sejak zaman batu. Pada saat itu kepercayaan animisme dan dinamisme juga berkaitan erat dengan konsep penyembahan.
Pada perkembangannya agama Hindu Budha semakin menguatkan nilai religius, hingga kemudian konsep ketuhanan yang esa menyebar luas saat kerajaan-kerajaan Islam tumbuh. (NOV)
Baca juga: 3 Peralatan Manusia Purba pada Zaman Batu Tengah dan Kegunaannya
