Nyi Ageng Serang Pahlawan Nasional Wanita yang Gigih dan Berani

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
11 Juli 2024 22:40 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto Hana Ilustrasi: Nyi Ageng Serang Pahlawan Nasional. Sumber: Ache Surya/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hana Ilustrasi: Nyi Ageng Serang Pahlawan Nasional. Sumber: Ache Surya/Pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Nyi Ageng Serang merupakan pahlawan nasional wanita yang gigih dan berani memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pada usia senjanya, beliau masih berjuang dalam medan perang.
ADVERTISEMENT
Untuk mengetahui kisah heroik Nyi Ageng Serang, simak pembahasan berikut ini!

Kisah Heroik Nyi Ageng Serang

Foto Hanya Ilustrasi: Nyi Ageng Serang Pahlawan Nasional. Sumber: bima/Pixabay.com
Amir Hendarsah dalam buku berjudul Kisah Heroik Pahlawan Nasional Terpopuler menjelaskan bahwa Nyi Ageng Serang lahir dengan nama asli Raden Ajeng (RA) Kustiyah Wulaningsih Retno Edhi. Nyi Ageng Serang lahir di Serang, Purwodadi, pada tahun 1752.
Beliau merupakan putri dari Pangeran Natapraja yang menjadi penguasa daerah Serang. Serang merupakan wilayah terpencil dalam Kerajaan Mataram, Jawa Tengah.
Ayahandanya bergelar Panembahan Serang dan merupakan seorang Panglima Perang pasukan Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I) ketika berperang melawan kompeni Belanda.
Darah pejuang ayahnya menurun pada diri Nyi Ageng Serang hingga beliau dikenal sebagai pejuang wanita yang sangat hebat lagi gigih dalam memerangi penjajah.
ADVERTISEMENT
Nyi Ageng Serang menggantikan kedudukan ayahandanya setelah meninggal dunia karena sakit. Beliau menjabat menjadi junjungan di Serang.
Selama kepemimpinan, Nyi Ageng Serang senantiasa dekat dengan rakyat, selalu mendengarkan keluh kesah rakyat, dan suka membagi-bagikan bahan pangan kepada rakyat.
Nyi Ageng Serang secara sembunyi-sembunyi juga melakukan serangan terhadap Belanda memakai taktik perang gerilya.
Saat meletusnya Perang Diponegoro, Nyi Ageng Serang bersama menantunya Raden Mas (R.M) Pak Pak dan pasukan Nataprajan ikut bertempur melawan penjajah Belanda.
Nyi Ageng Serang bertempur dan menjadi pemimpin pasukan dari atas tandu, sebab saat itu usianya telah 73 tahun. Meskipun berada dalam tandu, tapi Nyi Ageng Serang tetap memberikan saran dan nasehatnya saat menghadapi pasukan kompeni Belanda.
ADVERTISEMENT
Nyi Ageng Serang lantas mengundurkan diri setelah ikut bertempur selama 3 tahun membantu Pangeran Diponegoro. Nyi Ageng Serang wafat diusianya yang ke-86 tahun.
Nyi Ageng Serang merupakan salah satu keturunan Sunan Kalijaga. Bukan hanya itu, beliau juga mempunyai seorang cucu yang juga seorang pahlawan yakni R.M. Soewardi Surjaningrat atau dikenal sebagai Ki Hadjar Dewantara.
Nyi Ageng Serang menghabiskan masa tuanya di rumah keluarga Natapraja di kawasan Yogyakarta. Kemudian Nyi Ageng Serang wafat pada tahun 1838 di Yogyakarta. Kemudian makamnya berada Dusun Beku, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawan, Kulonprogo, Jawa Tengah.
Demikianlah pembahasan tentang Nyi Ageng Serang yang merupakan salah satu pahlawan wanita nasional yang gigih dan berani. Semoga bermanfaat! (eK)
ADVERTISEMENT