Konten dari Pengguna

Operasi Militer Pemberontakan DI/TII yang Dilakukan Pemerintah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi operasi militer pemberontakan DI/TII. Sumber: Soly Moses/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi operasi militer pemberontakan DI/TII. Sumber: Soly Moses/pexels.com

Gerakan Darul Islam atau DI adalah gerakan politik yang dilakukan dengan tujuan guna membangun Negara Islam Indonesia (NII). Untuk menangani masalah tersebut, pemerintah pun melakukan sejumlah operasi militer. Adapun salah satu operasi militer pemberontakan DI/TII adalah Operasi Pagar Betis.

Sonjaya dalam Darul Islam Fillah: Tipologi Gerakan “Utofia” Islam di Jawa Barat menyebutkan bahwa Operasi Pagar Betis dilakukan untuk menumpas gerakan DI/TII di Jawa Barat.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar operasi militer pemberontakan DI/TII, simak selengkapnya di artikel berikut.

Operasi Militer Pemberontakan DI/TII

Ilustrasi operasi militer pemberontakan DI/TII. Sumber: Vinay Verma/pexels.com

DI/TII adalah suatu gerakan politik yang dilakukan dengan tujuan untuk membangun Negara Islam Indonesia atau NII. Gerakan Darul Islam ini dilakukan oleh Tentara Islam Indonesia atau TII.

Pemberontakan DI/TII berlangsung di beberapa wilayah Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, serta Aceh. Untuk menumpas gerakan tersebut, pemerintah pun melakukan beberapa operasi militer.

Adapun beberapa operasi militer pemberontakan DI/TII adalah:

1. Operasi Pagar Betis

Salah satu operasi militer pemberontakan DI/TII adalah Operasi Pagar Betis. Jenis operasi militer ini dikerahkan untuk menumpas pemberontakan DI/TII di wilayah Jawa Barat. Gerakan tersebut dilakukan sekitar tanggal 7 Agustus 1949.

Melalui operasi Pagar Betis atau Pasukan Garnisun Berantas Tentara Islam ini, ratusan ribu tenaga rakyat pun dikerahkan guna mengepung lokasi persembunyian pasukan DI/TII. Adapun pemimpin Operasi Pagar Betis adalah AH Nasution.

2. Operasi 17 Agustus

Operasi militer pemberontakan DI/TII lainnya adalah Operasi 17 Agustus yang dilakukan untuk menumpas gerakan di Aceh. Pemimpin pemberontakan DI/TII di Aceh adalah Daud Beureueh.

Di sisi lain, untuk menyelesaikan masalah ini, dilakukan dengan cara militer maupun diplomasi. Pada akhirnya, pemberontakan DI/TII Aceh selesai melalui cara musyawarah.

3. Gerakan Benteng Nasional

Operasi militer pemberontakan DI/TII berikutnya adalah Gerakan Benteng Nasional. Gerakan ini dilakukan untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah.

Adapun tokoh yang mengeluarkan instruksi mengenai Gerakan Benteng Nasional ini adalah Panglima Divisi III/Gubernur Militer III, yaitu Kolonel Gatot Subroto.

4. Operasi Bharatayudha

Operasi militer pemberontakan DI/TII selanjutnya adalah Operasi Bharatayudha. Gerakan ini dilakukan untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan.

Pada pelaksanaan operasi militer ini, pemimpin pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, yaitu Kahar Muzakkar berhasil ditembak mati.

Demikian sederet informasi mengenai operasi militer pemberontakan DI/TII. [ENF]