Pakaian Adat Madya Asli Bali beserta Fakta Penggunaannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pakaian adat Madya adalah salah satu pakaian adat Bali dalam kelas sedang atau menengah. Pakaian ini biasa disebut dengan Payas Madya dan bentuknya tidak begitu mewah maupun terlalu sederhana.
Sariyani dalam penelitiannya bertajuk Pakaian Adat ke Pura pada Generasi Remaja Hindu di Desa Sari Mekar (Perspektif Sosial, Budaya dan Religius), mengungkapkan bahwa pakaian adat Madya biasanya digunakan oleh masyarakat Bali untuk mengikuti upacara adat.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pakaian adat Madya di Bali, simak penjelasannya dalam artikel berikut.
Apa itu Pakaian Adat Madya?
Pakaian adat Madya adalah istilah yang ditujukan terhadap salah satu pakaian adat Bali. Pada dasarnya, masyarakat Bali mempunyai tiga jenis pakaian adat, yaitu payas Agung, Madya, dan Alit.
Payas Agung adalah jenis pakaian adat yang biasa digunakan masyarakat bali dalam sejumlah upacara adat, seperti upacara kedewasaan (munggah deha), pernikahan, ngaben, maupun upacara potong gigi (mesagih).
Sementara itu, payas Alit adalah pakaian adat sederhana dan biasanya digunakan masyarakat Bali untuk beberapa kegiatan, seperti gotong royong, membantu tetangga, maupun membersihkan tempat suci.
Di sisi lain, pakaian adat Madya atau payas Madya adalah pakaian adat menengah atau sedang yang dimiliki masyarakat Bali. Pakaian adat ini tidak begitu sederhana maupun mewah.
Pada umumnya, pakaian adat Madya dipakai masyarakat Bali dalam sejumlah upacara keagamaan, seperti hari raya umat Hindu, upacara kremasi, hingga sembahyang ke pura.
Fakta Penggunaan Pakaian Adat Madya di Bali
Sebagaimana penjelasan sebelumnya, pakaian adat Madya adalah baju adat yang biasa digunakan dalam persembahyangan ke pura. Pakaian adat ini untuk pria dan wanita mempunyai makna berbeda.
Namun, pakaian adat ini mengusung konsep sama, yaitu Swastika atau tapak dara. Pada bagian leher ke kepala disebut dengan Dewa Angga, leher sampai pusar disebut Manusa Angga, serta bawah pusar sampai kaki disebut Butha Angga.
Berikut ini adalah aturan payas Madya untuk pria:
Menggunakan udeng atau kain penutup kepala yang diikat dari kedua sisi.
Kemeja putih untuk melambangkan kesucian.
Kamben, berupa kain panjang untuk bawahan yang menutupi pinggang sampai sejengkal di atas telapak kaki.
Berbeda dengan pria, payas Madya untuk wanita juga mempunyai aturan tersendiri, antara lain:
Kebaya, berupa atas dengan pemilihan warna putih untuk melambangkan kesucian.
Kamben untuk wanita akan dililit dari kanan menuju arah kiri.
Bulang digunakan usai mengenakan kamben atau sebelum kebaya.
Selendang yang akan diikat di pinggang.
Gaya rambut wanita yang belum menikah akan diikat setengah, sedangkan sisanya tergerai. Sementara itu, wanita yang sudah menikah akan diikat keseluruhan.
Demikian informasi mengenai pakaian adat Madya asal Bali. [ENF]
