Pakaian Adat Suku Bugis beserta Sejarahnya yang Menarik Diulik

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suku Bugis adalah salah satu suku di Indonesia yang mempunyai kekayaan budaya melimpah, salah satunya dari segi pakaian adat yang digunakan. Lantas, apa pakaian adat suku Bugis dan bagaimana sejarah pakaian tersebut?
Agar semakin mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
Pakaian Adat Suku Bugis
Wahyudi Wijayanto dalam buku berjudul Mengenal Suku-Suku di Indonesia menjelaskan bahwa suku Bugis tergolong suku Deutero Melayu. Suku ini masuk kawasan Nusantara setelah gelombang migrasi yang pertama dari daratan Asia, yaitu Yunan.
Kata Bugis berasal dari kata To Ugi yang artinya orang Bugis. Penyebutan “Ugi” di sini merujuk kepada raja kerajaan Cina pertama yang ada di Pammana, Kabupaten Wajo sekarang ini, yakni La Sattumpugi.
Sekarang ini, sebagian besar suku Bugis tinggal di kawasan pesisir timur Kalimantan Selatan, yakni Tanah Bambu dan Kota Baru, dan terus menyebar hingga ke Papua, DKI Jakarta, Riau, serta Jambi. Bahkan, suku Bugis banyak ditemui di Singapura dan Malaysia.
Suku Bugis terkenal dengan pakaian adatnya, salah satu pakaian adat suku Bugis adalah Baju Bodo. Baju Bodo digunakan oleh wanita suku Bugis. Baju ini berciri khas, yakni bentuknya segi empat dengan lengan pendek.
Sejarah dan Makna Baju Bodo
Baju Bodo telah ada sejak zaman dahulu atau sekitar abad ke-9. Baju Bodo sendiri tergolong sebagai salah satu pakaian adat paling tua di Indonesia. Model dari Baju Bodo ini turut berubah mengikuti masuknya bangsa asing ke Nusantara.
Baju Bodo menurut suku Bugis mempunyai makna yang mendalam. Selain bisa menunjukkan martabat dan usia dari pemakainya, Baju Bodo juga mempunyai makna sebagai berikut:
Jingga dengan merah, artinya pemakai merupakan anak remaja yang masih berusia 10 hingga 14 tahun.
Jingga, artinya pemakai merupakan anak-anak yang usianya sekitar 10 tahun.
Putih, artinya pemakai merupakan orang dari kalangan pembantu atau dukun.
Merah, artinya pemakai merupakan seorang wanita yang usianya 17 hingga 25 tahun.
Ungu, artinya pemakai merupakan seorang janda.
Hijau, artinya pemakai merupakan seorang perempuan bangsawan.
Baju Bodo dulunya digunakan tanpa penutup payudara. Seiring agama Islam masuk ke Nusantara, baju ini mengalami perubahan. Baju dipasangkan dengan dalaman berwarna senada, tetapi warnanya lebih terang.
Itulah penjelasan tentang pakaian adat suku Bugis dan sejarahnya yang menarik. Semoga membantu. (eK)
