Konten dari Pengguna

Pantangan ke Pelabuhan Ratu yang Dipercaya Mendatangkan Musibah Jika Dilanggar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pantangan ke Pelabuhan Ratu, Foto: Pixabay/Aussiepics
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantangan ke Pelabuhan Ratu, Foto: Pixabay/Aussiepics

Pelabuhan Ratu berada di bagian pesisir selatan Pulau Jawa, tepatnya di wilayah barat daya Kabupaten Sukabumi. Ada pantangan ke Pelabuhan Ratu yang dipercaya jika dilanggar akan mendatangkan musibah.

Dikutip dari situs p2k.stekom.ac.id, lokasinya terletak sekitar 60 km ke arah selatan dari Kota Sukabumi.

Kondisi topografinya merupakan kombinasi antara pantai curam dan landai, tebing karang yang menjulang terjal, deburan ombak yang kuat, serta kawasan hutan yang termasuk dalam wilayah cagar alam.

Pantangan ke Pelabuhan Ratu

Ilustrasi Pantangan ke Pelabuhan Ratu, Foto: Pixabay/GundegaProLife

Lantangan ke Pelabuhan Ratu yang dipercaya jika dilanggar akan mendatangkan musibah yaitu tidak mengenakan pakaian berwarna hijau.

Dikutip dari situs p2k.stekom.ac.id, masyarakat di wilayah pantai selatan, terutama Palabuhanratu, meyakini keberadaan sosok penguasa Laut Selatan.

Penguasa laut tersebut yang dikenal sebagai Ratu Kidul. Menurut cerita yang berkembang, Ratu Kidul digambarkan sebagai sosok wanita jelita bak bidadari.

Ia diyakini memerintah sebuah kerajaan makhluk halus yang megah dan menakjubkan di wilayah Laut Selatan, yakni bagian dari Samudra Hindia yang terletak di selatan Pulau Jawa.

Maka dari itu, larangan tidak mengenakan pakaian berwarna hijau ini berakar pada keyakinan masyarakat setempat bahwa hijau adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul, sosok penguasa laut selatan.

Selain itu, pengunjung juga disarankan untuk berhati-hati saat berenang karena ombak di pantai selatan Pelabuhan Ratu dikenal cukup kuat dan berbahaya.

Pantai ini ombaknya terkenal.s sangat besar dan kuat, sehingga berisiko tinggi dan berbahaya bagi para perenang.

Lokasi ini memiliki daya tarik tersendiri, di mana Presiden Soekarno membangun tempat peristirahatannya pada tahun 1960 di daerah Tenjo Resmi.

Pada zaman penjajahan Hindia Belanda, wilayah Pelabuhan Ratu dikenal dengan sebutan Wynkoops Bergen Baay, yang berarti 'teluk pedagang anggur'. Secara administratif, kecamatan ini mencakup 9 desa dan 1 kelurahan.

Wilayah Pelabuhan Ratu juga dikenal sebagai tempat wafatnya seorang Ulama Besar, Syaikh Abdusshobur (Mama Gunung Sumping), yang merupakan guru para ulama di Palabuhanratu dan sekitarnya.

Beliau lahir di Kampung Cisaar, Cikidang, dan wafat di Pesantren Gunung Sumping, Palabuhanratu.

Demikianlah penjelasan tentang pantangan ke Pelabuhan Ratu yang dipercaya jika dilanggar oleh para wisatawan akan mendatangkan musibah. (IF)

Baca Juga: Mengenal Julukan Kota Sukabumi dan Beberapa Fakta Menariknya