Pembagian Kerajaan Medang Kamulan dan Wilayah Kekuasaannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Medang Kamulan merupakan salah satu kerajaan kuno di Nusantara yang berkembang pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi. Dalam perjalanannya, terdapat pembagian Kerajaan Medang Kamulan yang merupakan sejarah awal perkembangan Hindu-Buddha di Jawa.
Dikutip dari laman p2k.stekom.ac.id, kerajaan ini dikenal pula sebagai Kerajaan Medang atau Mataram Kuno. Medang Kamulan awalnya berpusat di Jawa Tengah sebelum akhirnya berpindah ke Jawa Timur.
Pembagian wilayah kekuasaan kerajaan ini menjadi aspek penting untuk memahami jejak historis dan pemerintahan yang pernah berdiri di wilayah Indonesia.
Pembagian Kerajaan Medang Kamulan
Dalam perjalanan sejarahnya, Raja Airlangga membagi kerajaan medang kamulan menjadi dua yaitu fase pemerintahan besar berdasarkan lokasi geografis, sebagai berikut:
1. Medang di Jawa Tengah (Mataram Tengah)
Pada masa awal, pusat pemerintahan Medang berada di sekitar daerah Kedu dan Prambanan, Jawa Tengah. Masa ini dikenal dengan kekuasaan dinasti Sanjaya dan Syailendra, dua dinasti besar yang bersaing dan saling memengaruhi.
Dinasti Sanjaya cenderung beraliran Hindu-Siwa, sedangkan Syailendra menganut ajaran Buddha Mahayana. Wilayah kekuasaannya mencakup sebagian besar Jawa Tengah, termasuk:
Kedu
Prambanan
Magelang
Bagian utara Yogyakarta
Beberapa candi megah seperti Candi Borobudur (Syailendra) dan Candi Prambanan (Sanjaya) dibangun pada masa ini sebagai bukti kejayaan budaya dan spiritual kerajaan.
2. Medang di Jawa Timur (Mataram Timur)
Sekitar abad ke-10, akibat letusan Gunung Merapi dan konflik internal, pusat kerajaan berpindah ke Jawa Timur di bawah kekuasaan Mpu Sindok, yang mendirikan dinasti baru bernama Isyana.
Pemerintahan ini dikenal sebagai kelanjutan dari Kerajaan Medang di timur. Wilayah kekuasaannya meliputi:
Wilayah sekitar Sungai Brantas (termasuk daerah Madiun, Jombang, dan Kediri)
Sebagian besar wilayah Jawa Timur bagian tengah
Pemindahan ini juga menandai integrasi budaya dan politik yang lebih kuat antara wilayah Jawa Tengah dan Timur.
Kerajaan Medang Kamulan memiliki sejarah pembagian wilayah yang penting, dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Kedua fase pemerintahan ini mencerminkan adaptasi terhadap kondisi alam dan politik yang berubah.
Melalui pembagian Kerajaan Medang Kamulan, kerajaan ini meninggalkan jejak peradaban yang masih dikenang hingga kini. Terutama dalam bentuk warisan budaya dan arsitektur monumental. (Aya)
Baca Juga: Kronologi Peristiwa Sumpah Pemuda dan Maknanya bagi Bangsa Indonesia
