Pemimpin Blok Timur dan Kondisinya Selama Perang Dingin

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
13 Maret 2024 23:18 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Sumber: Markus Winkler/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Sumber: Markus Winkler/pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Blok Timur adalah sekelompok negara Eropa Timur yang membentuk aliansi pasca Perang Dunia II. Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Negara-negara di bawah Blok Timur ini membentuk aliansi dari tahun 1945 hingga 1990.
ADVERTISEMENT
Bagaskara dalam Neorealisme: Analisis Hubungan Antara Amerika Serikat dan Uni Soviet Selama Perang Dingin mengungkapkan bahwa Blok Timur mempunyai ideologi sosialis dan komunis yang disebarkan ke berbagai negara di dunia.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pemimpin Blok Timur, simak selengkapnya di artikel berikut.

Terbentuknya Blok Timur dan Pemimpinnya

Ilustrasi Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Sumber: Тимофей Овчинников/pexels.com
Blok Timur adalah sekelompok negara yang bersekutu secara budaya, ekonomi, politik, dan militer dari tahun 1945 hingga 1990. Negara-negara tersebut dikenal dengan ideologi sosialis dan komunis yang disebarkan ke berbagai negara lainnya.
Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet dan memiliki sejumlah anggota, seperti Jerman Timur, Albania, Cekoslowakia, Bulgaria, Polandia, Hongaria, Yugoslavia, dan Rumania.
Dapat dikatakan pula bahwa Blok Timur berada di bawah kendali Uni Soviet. Meskipun demikian, negara-negara tersebut juga memiliki ketergantungan.
ADVERTISEMENT
Selama bertahun-tahun, Uni Soviet berusaha untuk mempertahankan pengawasan tinggi serta tingkat kendali terhadap anggota bloknya sampai akhirnya terjadi pemberontakan tahun 1961.
Di samping itu, selama bergabung di dalam Blok Timur, setiap negara anggotanya menjalankan perdagangan, khususnya terhadap Uni Soviet. Bukan hanya itu, mereka juga menyelaraskan kebijakan luar negeri dan militer sesuai dengan kebijakan Uni Soviet.
Uni Soviet juga memberikan bantuan kemanusiaan maupun ekonomi dalam jumlah besar, sekaligus mempertahankan sistem pemerintahan sosialis partai.

Kondisi Negara Blok Timur Selama Perang Dingin

Selama berlangsungnya Perang Dingin, antara Blok Barat dan Blok Timur terjadi ketegangan pola pikir. Pasalnya, peperangan ini adalah adu ideologi.
Dalam hal ini, Blok Timur bersikeras untuk menyebarkan pengaruh komunis terhadap negara-negara lain di berbagai belahan dunia. Sementara itu, Blok Barat yang memiliki perbedaan pola pikir dengan Blok Timur berusaha untuk membendung penyebaran ideologi tersebut.
ADVERTISEMENT
Kondisi negara-negara Blok Timur selama Perang Dingin pun juga cukup tegang. Terjadi beberapa kali kerusuhan, terlebih lagi pasca kematian Joseph Stalin.
Hal ini menimbulkan berbagai konflik, seperti Kerusuhan Poznan dan Revolusi Hongaria. Akhirnya, Blok Timur ini bubar sekitar tahun 1991.
Demikian penjelasan mengenai pemimpin Blok Timur dan kondisi negaranya. [ENF]