Konten dari Pengguna

Pendiri Bank BRI, Sejarah Pendirian, dan Perkembangannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pendiri bank BRI. Sumber: Pixabay/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pendiri bank BRI. Sumber: Pixabay/pexels.com

Bank Rakyat Indonesia atau BRI adalah bank yang memiliki jaringan kerja terluas di Indonesia. Pendiri bank BRI adalah Raden Bei Aria Wirjaatmadja.

Apriyono dalam Dinamika Bank Rakyat Indonesia Tahun 1946-1965 (Kajian Sejarah Lembaga Perkreditan Rakyat di Purwokerto) mengungkapkan bahwa awal mulanya, BRI berdiri di Purwokerto sebagai Lembaga Perkreditan Rakyat.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pendiri bank BRI dan sejarahnya, simak dalam bacaan berikut.

Pendiri Bank BRI dan Sejarahnya

Ilustrasi pendiri bank BRI. Sumber: Expect Best/pexels.com

Bank BRI adalah bank pertama dan tertua di Indonesia. Adapun pendiri bank BRI adalah Bei Aria Wirjaatmadja. Bank BRI berdiri di Purwokerto pada 16 Desember 1895.

Semula, bank BRI masih berbentuk Bank Bantuan dan Simpanan Milik Pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi. Singkatnya, nama bank BRI dulu adalah Bank Priayi.

Tujuan pembentukan Bank Priayi pada zaman dulu adalah untuk mengelola dana kas masjid serta memudahkan penyalurannya kepada masyarakat. Nama Bank Priayi ini diambil dari tujuannya, yaitu untuk membantu para priayi agar terhindar dari rentenir.

Saat ini, bangunan Bank Priayi di Purwokerto masih ada di kompleks Museum Bank Rakyat Indonesia. Lambat laun, Bank Priayi ini beberapa kali mengalami perombakan serta pergantian nama, mulai dari Bank Rakyat yang berada di bawah Asisten Residen Banyumas WPD de Wolff van Westerrode.

Di samping itu, Bank Rakyat juga sempat berganti nama menjadi Centrale Kas Voor Volkscredietwezen Algemene tahun 1912, lalu berganti lagi pada 1934 menjadi Algemene Volkscredietbank atau AVB.

Di masa pemerintahan Jepang, berbagai bank dilarang beroperasi. AVB ini diperbolehkan beroperasi lagi dengan nama Bank Rakyat (Syomin Ginko).

Perkembangannya sebagai Bank BRI

Pasca kemerdekaan Indonesia, Bank Rakyat beralih nama menjadi Bank Rakyat Indonesia atau BRI pada 22 Februari 1946. Hal ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1946.

Sayangnya, ketika Belanda menduduki ibukota Indonesia di Yogyakarta pada 1948, BRI sempat terhenti selama beberapa waktu dan aktif kembali di tahun 1949.

Demikian sederet informasi mengenai pendiri Bank BRI, sejarah, dan perkembangannya. [ENF]