Konten dari Pengguna

Pendiri Daulah Mamluk dan Perannya yang Perlu Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pendiri daulah mamluk. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pendiri daulah mamluk. Foto: Pixabay

Pendiri Daulah Mamluk adalah seorang mamluk wanita yang merupakan istri dari penguasa terakhir Daulah Ayyubiyah yang telah meninggal.

Namun rupanya, kisah pendiri Daulah Mamluk ini penuh lika-liku hingga akhirnya tewas di tangan suami sendiri. Bagaimana ceritanya? Simak melalui artikel di bawah ini

Pendiri Daulah Mamluk

Ilustrasi pendiri daulah mamluk. Foto: Pixabay

Daulah Mamluk merupakan sebuah kesultanan Islam yang terletak di Kairo, Mesir, dan berdiri sejak tahun 1250 - 1517. Para prajurit Mamluk beserta kekuatan militernya dikenal kuat dan tangguh.

Rizem Azid dalam buku Selayang Pandang Daulah Muluk menuliskan bahwa mamluk adalah para budak yang dilatih sejak kecil oleh para tentara Daulah Ayyubiyah hingga tumbuh menjadi pejuang Islam yang perkasa.

Sampai pada kepemimpinan penguasa Dinasti Ayyubiyah terakhir, Al-Malik Al-Salih, mereka semua masih setia menjadi pengawalnya hingga dia meninggal.

Setelah itu, Turansyah, putra Al-Malik Al-Salih, naik tahta, namun para prajurit Mamluk merasa khawatir karena sultan baru mereka justru lebih dekat dengan prajurit asal Kurdi.

Pasukan mamluk di bawah pimpinan Aybak dan Baybars akhirnya berhasil membunuh Turansyah pada tahun 1250 M. Istri mendiang Al-Malik Al-Salih, Syajarah Al-Durr, yang berasal dari kalangan mamluk berusaha mengambil kendali pemerintahan.

Syajarah Al-Durr kemudian dikenal sebagai pendiri Daulah Mamluk. Ia sendiri sebenarnya adalah seorang budak yang dihadiahkan oleh Khalifah al-Mustashim kepada Sultan al-Malik al-Salih.

Syajarah Al-Durr juga mendapatkan pendidikan politik dan keagamaan saat masih berstatus budak hingga meningkat menjadi istri sultan.

Walau kepemimpinan Syajarah Al-Durr berlangsung selama tiga bulan, namun dia berkontribusi dalam politik sejak masih menjadi Sultan Ayyubiyah.

Dia juga menyelesaikan banyak bekerja di balik layar untuk menyelesaikan berbagai permasalah, termasuk mengusir Pasukan Salib dari Mesir.

Syajarah al-Durr juga mengeluarkan kebijakan untuk melegitimasi kekuasaannya. Hingga akhirnya dia menikah dengan Aybak dan menyerahkan kepemimpinan kepadanya.

Namun, Aybak justru membunuh Syajarah Al-Durr agar bisa seutuhnya menjadi pemimpin dan mengendalikan pemerintahan. Ia juga menunjuk Musa sebagai Sultan Syar’I untuk mendampinginya.

Demikian adalah kisah Syajarah Al-Durr pendiri Daulah Mamluk dan juga peranannya dalam waktu kepemimpinan yang singkat. (SP)