Pendiri Kerajaan Banjarmasin Lengkap dengan Peninggalan Bersejarahnya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
9 Februari 2024 23:21 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Pendiri Kerajaan Banjarmasin. Foto: dok. Unsplash/Elisabeth Morin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pendiri Kerajaan Banjarmasin. Foto: dok. Unsplash/Elisabeth Morin
ADVERTISEMENT
Pendiri Kerajaan Banjarmasin adalah Raden Samudera yang memiliki gelar Sultan Suriansyah. Kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan yang sempat berdiri di Nusantara.
ADVERTISEMENT
Seperti namanya, Kerajaan Banjarmasin adalah Kerajaan yang berlokasi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selama menjabat sebagai pemimpin Kerajaan, Sultan Suriansyah atau Raden Samudera menerapkan berbagai kebijakan.

Mengenal Raja Pendiri Kerajaan Banjarmasin

Ilustrasi Pendiri Kerajaan Banjarmasin. Foto: dok. Unsplash/Sebastian Staines
Kerajaan Banjarmasin merupakan salah satu kerajaan yang sempat berdiri di Indonesia. Dikutip dari dalam buku berjudul Mengenal Kerajaan-Kerajaan Nusantara yang disusun oleh Deni Prasetyo (2009: 78), Kerajaan Banjar atau yang juga dikenal dengan Kesultanan Banjar (1526 M) adalah kesultanan yang terdapat di Kalimantan Selatan.
Kerajaan Banjarmasin ini merupakan kelanjutan dari kerajaan Negara Daha dan berdiri semenjak 24 September 1526 sampai 11 Juni 1860. Kerajaan Banjarmasin semula beribukota di Banjarmasin kemudian dipindahkan ke Martapura dan sekitarnya yang berlokasi di Kabupaten Banjar. Raja pendiri Kerajaan Banjarmasin adalah Raden Samudera.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku berjudul Sejarah Peradaban Islam di Indonesia, yang ditulis oleh Prof. Dr. H. J. Suyuthi Pulungan, M.A. (2022: 154), Sultan Suriansyah yang memiliki nama asli Raden Samudra merupakan seorang pemuda yang diangkat menjadi raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Banjarmasin oleh para patih (kepala kampung) di hilir Sungai Barito. Selama masa kekuasaannya, Raden Samudera mendapatkan gelar yang lebih tinggi yaitu Pangeran Jaya Samudera.
Kerajaan Banjarmasin yang paling terakhir adalah Sultan Muhammad Seman. Sultan Muhammad Seman adalah anak dari Pangeran Antasari yang gugur dalam perang Banjarmasin. Kekalahan ini menandakan berakhirnya Kerajaan Banjarmasin.
Mengutip dari dalam buku berjudul Sejarah Nasional “Ketika Nusantara Berbicara” yang ditulis oleh Joko Darmawan (2017:70), Sultan Muhammad Seman merupakan raja terakhir Kerajaan Banjarmasin (1862-1905). Namun pada tanggal 24 Januari 1905, Sultan Muhammad Seman gugur akibat serangan pasukan Belanda di benteng Baras Kuning. Gugurnya Muhammad Seman ini menandakan berakhirnya perlawanan rakyat Banjar.
ADVERTISEMENT
Kerajaan Banjarmasin runtuh ketika berakhirnya Perang Banjar pada tahun 1905 tersebut. Perang Banjar merupakan peperangan yang diadakan kerajaan Banjar untuk melawan kolonialisme Belanda.
Setelah masa kehancurannya, diketahui terdapat sederet benda bersejarah yang ditinggalkan. Kerajaan Banjar meninggalkan beberapa barang peninggalan bersejarah berupa tempat ibadah. Salah satunya adalah Masjid Sultan Suriansyah dan Candi Agung Amuntai.
Sekian pembahasan mengenai pendiri Kerajaan Banjarmasin beserta benda bersejarah yang ditinggalkannya. Informasi ini dapat dipelajari untuk memperluas wawasan sejarah kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia. (DAP)