Penemuan Apa yang Memungkinkan Dilakukannya Penafsiran Hieroglif? Ini Jawabannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penemuan apa yang memungkinkan dilakukannya penafsiran hieroglif? Pertanyaan ini menjadi titik awal dalam memahami kembali salah satu peradaban tertua di dunia, yakni Mesir Kuno.
Selama berabad-abad, tulisan hieroglif dianggap sebagai misteri yang sulit dipecahkan, hingga akhirnya sebuah artefak penting ditemukan dan menjadi kunci dalam membuka makna dari simbol-simbol tersebut.
Penemuan Apa yang Memungkinkan Dilakukannya Penafsiran Hieroglif?
Penemuan apa yang memungkinkan dilakukannya penafsiran hieroglif?
Penemuan yang memungkinkan dilakukannya penafsiran hieroglif adalah Batu Rosetta (Rosetta Stone), sebuah lempeng batu granodiorit yang ditemukan oleh tentara Prancis pada tahun 1799 di dekat kota Rosetta (Rasyid), Mesir.
Mengutip laman arce.org, Batu Rosetta menjadi kunci utama dalam mengungkap makna dari tulisan-tulisan Mesir kuno karena berisi teks yang sama dalam tiga bentuk tulisan: hieroglif, demotik, dan Yunani Kuno.
Karena para ahli saat itu sudah memahami bahasa Yunani, mereka dapat membandingkan ketiga versi teks untuk menguraikan sistem penulisan hieroglif yang telah lama menjadi misteri.
Tokoh penting dalam proses penafsiran ini adalah Jean-François Champollion, seorang ahli bahasa asal Prancis.
Pada tahun 1822, setelah bertahun-tahun mempelajari teks pada Batu Rosetta, Champollion berhasil membuktikan bahwa hieroglif tidak hanya mewakili simbol-simbol bergambar dengan arti tetap, tetapi juga memiliki unsur fonetik atau bunyi.
Ia menyadari bahwa nama-nama raja, seperti “Ptolemy” dan “Cleopatra,” ditulis dengan simbol-simbol fonetik, yang memungkinkannya menyusun abjad dasar dari tulisan hieroglif.
Keberhasilan Champollion dalam menafsirkan Batu Rosetta membuka jalan bagi ilmu egyptology, yaitu kajian ilmiah tentang peradaban Mesir kuno.
Sejak saat itu, ribuan teks kuno yang sebelumnya tidak dapat dibaca mulai bisa diterjemahkan, termasuk dokumen sejarah, keagamaan, dan administratif Mesir kuno.
Itulah penjelasan mengenai penemuan apa yang memungkinkan dilakukannya penafsiran hieroglif. Batu Rosetta menjadi simbol penting dalam sejarah arkeologi karena memungkinkan dunia modern memahami budaya dan sejarah Mesir kuno secara lebih lengkap.
Baca Juga: Sejarah Hieroglif Mesir Kuno dan Perkembangannya
