Konten dari Pengguna

Penerus Dinasti Umayyah dan Sejarahnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penerus Dinasti Umayyah. Pexels/zhang kaiyv
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penerus Dinasti Umayyah. Pexels/zhang kaiyv

Dinasti Umayyah adalah dinasti besar dalam sejarah peradaban Islam. Dinasti ini memegang kekuasaan setelah masa Khulafaur Rasyidin bahkan hingga dilanjutkan oleh penerus Dinasti Umayyah.

Dikutip dari Rahmadi, Fuji. (2018), Dinasti Umayyah (Kajian Sejarah dan Kemajuannya), 669, Dinasti Umayyah berdiri pada tahun 661 M, dan berakhir di Damaskus pada 750 M.

Dinasti Umayyah meninggalkan warisan politik, budaya, dan peradaban Islam yang besar. Meski kekuasaannya di wilayah Timur berakhir, penerus Dinasti Umayyah tetap melanjutkan kejayaannya di wilayah Barat, yaitu di Andalusia (Spanyol).

Penerus Dinasti Umayyah dan Sejarahnya

Ilustrasi Penerus Dinasti Umayyah. Pexels/jason hu

Dinasti Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan, sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan gubernur Syam (Suriah). Nantinya, kepemimpinan dinasti ini akan dilanjutkan penerus Dinasti Umayyah, yaitu Abdurrahman ad-Dakhil.

Pada awal berdirinya, setelah Khalifah Ali bin Abi Thalib wafat, Muawiyah diangkat sebagai khalifah pertama dari dinasti Umayyah. Pusat pemerintahan Umayyah pada saat itu berada di Damaskus, Suriah, dan dinasti ini memerintah selama hampir 90 tahun.

Selama masa kejayaannya, Dinasti Umayyah berhasil memperluas wilayah kekuasaan Islam hingga meliputi kawasan Afrika Utara, sebagian besar Asia Barat, dan mencapai Semenanjung Iberia (Andalusia).

Namun, pada tahun 750 M kekuasaan Dinasti Umayyah di Timur digulingkan oleh Bani Abbasiyah di masa Revolusi Abbasiyah.

Meskipun pemerintahan Umayyah di Timur telah runtuh, seorang penerus keluarga Umayyah yang bernama Abdurrahman ad-Dakhil berhasil melarikan diri ke Andalusia. Di sana, ia mendirikan Dinasti Umayyah II atau Emirat Córdoba di tahun 756 M.

Ini merupakan bentuk kelanjutan kekuasaan Dinasti Umayyah di Barat. Di bawah kekuasaan Abdurrahman dan keturunannya, Andalusia mengalami kemajuan yang luar biasa, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, dan toleransi beragama.

Puncak kekuasaan terjadi pada masa Abdurrahman III, yang mendeklarasikan Kekhalifahan Córdoba pada tahun 929 M. Momen ini menjadikan Andalusia sebagai pusat peradaban Islam yang kemudian bersaing dengan Abbasiyah di Baghdad dan Fatimiyah di Mesir.

Masa kejayaan Dinasti Umayyah di Andalusia berakhir pada 1031 M, yaitu ketika Kekhalifahan Córdoba runtuh akibat konflik internal dan perebutan kekuasaan. Setelah itu, wilayah ini pun terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang disebut Taifa.

Meski sudah digulingkan di Timur, Penerus Dinasti Umayyah, Abdurrahman ad-Dakhil berhasil membangun kejayaan baru dinasti ini di Andalusia. Dinasti Umayyah di Córdoba meninggalkan warisan penting dalam sejarah peradaban Islam di dunia. (Zen)

Baca Juga: Sejarah Turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad