Konten dari Pengguna

Penetrasi Budaya: Proses, Jenis, dan Contohnya di Masyarakat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Penetrasi Budaya. Sumber: Miftah Rafli Hidayat/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Penetrasi Budaya. Sumber: Miftah Rafli Hidayat/pexels.com

Semakin berkembangnya zaman, penetrasi budaya terus terjadi. Siska Yuli Anita, dkk. dalam buku berjudul Perilaku Konsumen menjelaskan bahwa penetrasi budaya adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan dalam kebudayaan yang lain.

Penetrasi budaya bisa mengubah sikap masyarakat atau suatu kebudayaan. Namun, penetrasi budaya tidak akan selalu mengubah suatu kebudayaan sebab tergantung sikap masyarakat itu sendiri.

Lalu, bagaimana proses dan apa saja jenisnya? Simak penjelasan berikut beserta contoh dari penetrasi budaya!

Proses dan Jenis Penetrasi Budaya

Ilustrasi: Penetrasi Budaya. Sumber: Han Sen/Pexels.com

Secara singkatnya, penetrasi budaya dapat dijalankan dengan dua cara, yaitu secara paksa dan secara damai. Keduanya mempunyai hasil penetrasi budaya yang berbeda-beda, ada yang menghadirkan dampak positif dan ada juga dampak negatifnya.

Penjelasan tentang proses dan jenis penetrasi budaya itu sendiri, yaitu:

1. Penetrasi Paksa atau Penetration Violence

Penetrasi paksa merupakan masuknya kebudayaan yang dilakukan dengan paksa. Sifat dari proses ini merusak sebab diikuti dengan kekerasan. Jadi, bisa menimbulkan guncangan keseimbangan dalam masyarakat.

Intinya, penetrasi ini keras dan mewajibkan suatu kebudayaan baru masuk serta harus diterima mau tidak mau oleh masyarakatnya.

2. Penetrasi Damai atau Penetration Pasifique

Penetrasi damai merupakan masuknya suatu kebudayaan yang dijalankan dengan damai.

Jadi, penerimaan kedua macam kebudayaan ini tidak menimbulkan goncangan atau konflik. Bahkan sebaliknya, bisa memperbanyak dan memperkuat khazanah budaya suatu masyarakat.

Penetrasi damai bisa menghasilkan suatu akulturasi, sintesis, serta asimilasi. Berikut ini adalah pengertiannya:

  • Akulturasi budaya adalah bersatunya dua budaya dan membentuk budaya baru tanpa harus menghilangkan unsur budaya lama atau asli. Misalnya, bangunan Candi Borobudur sebagai akulturasi budaya India dan Indonesia asli.

  • Sintesis adalah bercampurnya dua budaya dan membuat terbentuknya kebudayaan baru yang berbeda dari budaya asli.

  • Asimilasi adalah bercampurnya dua budaya sehingga membentuk budaya yang baru. Pada proses ini, budaya yang lama benar-benar hilang dan proses ini akan berlangsung lama, tetapi terus-menerus.

Contoh Penetrasi Budaya di Masyarakat

Ilustrasi: Penetrasi Budaya. Sumber: Bernard Lee/Pexels.com

Inilah beberapa contoh penetrasi budaya yang telah terjadi di tengah masyarakat Indonesia, yaitu:

  1. Pemakaian style dan look ala Korea Selatan yang tengah digandrungi oleh kalangan remaja.

  2. Perpaduan makanan khas Indonesia dengan makanan barat. Contohnya, steak daging menggunakan bumbu rempah khas Indonesia.

  3. Perpaduan budaya Tiongkok dengan Indonesia, seperti gabungan alat musik Indonesia dengan Tiongkok.

  4. Gaya arsitektur bangunan, seperti Masjid Menara Kudus yang merupakan akulturasi dari budaya Jawa, Islam, serta Hindu.

  5. Penggunaan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dan bahasa lainnya di masyarakat. Banyak anak muda menggunakan campuran bahasa dalam berkomunikasi sehari-hari.

Itulah penjelasan tentang penetrasi budaya yang terjadi di masyarakat. Semoga bermanfaat! (Ek)