Pengaruh Islam di Indonesia Sudah Ada Sejak Abad ke-7. Ini Sejarahnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam merupakan agama dengan jumlah pemeluk paling banyak di Indonesia. Kondisi tersebut dapat terjadi karena berbagai macam faktor. Salah satunya karena pengaruh Islam di Indonesia sudah ada sejak abad ke-7 Hijriah atau abad ke-13 Masehi.
Pengaruh Islam di Indonesia mulai terjadi melalui interaksi perdagangan dengan India. Hal tersebut merujuk pada pendapat J. Pijnapel yang menjelaskan bahwa orang-orang Arab dengan mazhab Syafi’i telah bermukim di Gujarat, sejak abad ke-7 Masehi.
Pengaruh Islam di Indonesia Sudah Ada Sejak Abad ke Berapa?
Indonesia adalah negara yang mempunyai penduduk dengan berbagai macam agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, serta Buddha. Setiap agama tersebut memiliki proses masuk yang berbeda-beda.
Salah satu contoh adalah agama Islam. Islam merupakan agama dengan jumlah pemeluk terbanyak di Indonesia, yakni sekitar 87,2% dari total populasi negeri ini.
Banyaknya penduduk Indonesia yang menganut agama Islam dapat terjadi karena berbagai macam faktor. Salah satunya yaitu karena Indonesia telah menerima pengaruh Islam sejak berabad-abad lalu.
Menurut Teori Gujarat, pengaruh Islam di Indonesia sudah ada sejak abad ke-7 Hijriah atau abad ke-13 Masehi. Masyarakat Indonesia pada masa itu mengenal Islam karena melakukan interaksi perdagangan dengan pedagang muslim Gujarat.
Beberapa pendapat menyebutkan bahwa sebenarnya bukan pedagang Gujarat yang membawa Islam ke Indonesia, melainkan orang-orang Arab. Pendapat tersebut mempunyai teori tersendiri, yakni Teori Makkah.
Teori Gujarat dan Makkah
Teori Gujarat dan Makkah merupakan dua konsep yang menjelaskan kronologi masuknya Islam ke Indonesia. Kedua teori tersebut memiliki landasan serta tokoh yang berbeda. Berikut penjelasan tentang Teori Gujarat dan Teori Makkah.
1. Teori Gujarat
Teori Gujarat memaparkan bahwa proses masuknya Islam ke Indonesia bermula dari Gujarat. Mengutip dari buku Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia karya Sudirman (2019: 116), Gujarat terletak di India bagian barat.
Wilayah tersebut berdekatan dengan Laut Arab. J. Pijnapel, sarjana dari Universitas Leiden mengemukakan bahwa orang-orang Arab bermazhab Syafi’i telah bermukim di Gujarat dan Malabar sejak awal Hijriah, sekitar abad ke-7 Masehi.
Sudirman (2019: 116) secara lebih lanjut menjelaskan bahwa yang menyebarkan Islam ke Indonesia menurut Pijnapel bukan dari orang Arab langsung, melainkan pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam dan berdagang ke dunia timur, termasuk Indonesia.
Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa Teori Gujarat memiliki pandangan bahwa Islam masuk ke Indonesia karena kegiatan perdagangan. Kegiatan tersebut terjadi karena pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam, berdagang ke dunia timur.
2. Teori Makkah
Berbeda dengan Teori Gujarat, Teori Makkah memaparkan bahwa proses masuknya Islam ke Indonesia berasal langsung dari Makkah atau Arab. Menurut Teori Makkah, proses tersebut berlangsung pada abad ke-7 Masehi atau awal abad pertama Hijriah.
Salah satu tokoh dari Teori Makkah adalah Haji Abdul Karim Amrullah (HAMKA), ulama sekaligus sastrawan Indonesia. Haji Abdul Karim Amrullah memiliki pendapat bahwa motivasi awal kedatangan orang Arab bukan nilai ekonomi, melainkan penyebaran agama Islam.
Baca juga: Kapan Islam Pertama Kali Masuk ke Indonesia? Ini Faktanya
Setelah menyimak pemaparan ringkas di atas, diketahui bahwa Pengaruh Islam di Indonesia sudah ada sejak abad ke-7 Hijriah. Selain itu, diketahui pula bahwa ada Teori Gujarat dan Teori Makkah yang menjelaskan proses masuknya Islam ke Indonesia. (AA)
