Konten dari Pengguna

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Historiografi Tradisional

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi historiografi tradisional adalah, sumber foto: unsplash.com/NEOM
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi historiografi tradisional adalah, sumber foto: unsplash.com/NEOM

Istilah historiografi tradisional mungkin sering didengar pada saat mempelajari sejarah. Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah yang ada pada masa kerajaan Hindu-Buddha hingga kerajaan Islam Nusantara.

Karena sifatnya masih tradisional, maka media yang digunakan pada masa tersebut juga berasal dari alam. Misalnya, penulisan yang dilakukan pada batu, daun lontar, kulit, dan sebagainya. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Historiografi Tradisional Adalah...

Ilustrasi historiografi tradisional adalah, sumber foto: unsplash.com/Tom Podmore

Dikutip dari buku Sejarah karya M. Habib Mustopo (2005), dijelaskan bahwa pengertian historiografi tradisional adalah ilmu yang mempelajari tentang cara menulis sejarah.

Historiografi juga merupakan hasil penulisan sejarah yang berupa karya tulis, film, diorama, dan lain-lain.

Historiografi di Indonesia berkembang sejak zaman aksara, yaitu ketika masyarakat Indonesia telah mengenal tulisan. Karya-karya historiografi awal berupa prasasti-prasasti yang dibuat oleh para raja, penguasa, maupun pujangga.

Ciri-Ciri Historiografi Tradisional

Ilustrasi historiografi tradisional adalah, sumber foto: pixabay.com/DariuszSankowski

Historiografi tradisional memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari jenis historiografi lainnya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri historiografi tradisional:

  1. Religio-magis, artinya unsur magis atau supranatural sangat kental dalam narasi historiografi tradisional.

  2. Istana-sentris, artinya subjek, objek, dan ruang lingkup historiografi tradisional hanya seputar kehidupan istana kerajaan.

  3. Feodalistik-aristokratis, artinya historiografi tradisional hanya membahas tentang sejarah dari kaum bangsawan dan keturunan raja.

  4. Regio-sentris atau kedaerahan, artinya historiografi tradisional banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat di daerah setempat.

Baca juga: 5 Contoh Penelitian Sejarah yang Diakronis

Contoh Historiografi Tradisional

Ilustrasi historiografi tradisional adalah, sumber foto: unsplash.com/Tom Podmore

Di Indonesia, ada beberapa contoh historiografi tradisional yang pernah dibuat dan bisa dipelajari hingga saat ini. Berikut adalah beberapa contoh historiografi tradisional:

  1. Kitab Pararaton, merupakan kitab yang menceritakan tentang sejarah Kerajaan Singasari dan Majapahit.

  2. Kitab Negarakertagama, merupakan kitab yang menceritakan tentang kejayaan Kerajaan Majapahit.

  3. Babad Tanah Jawi, merupakan kitab yang menceritakan tentang sejarah Kerajaan Mataram dan Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta.

  4. Hikayat Raja-Raja Pasai, merupakan kitab yang menceritakan tentang sejarah Kerajaan Samudera Pasai.

  5. Prasasti Yupa, merupakan prasasti yang dibuat oleh Raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa historiografi tradisional adalah penulisan atau karya sejarah yang ditulis pada masa kerajaan. (WWN)