Konten dari Pengguna

Pengertian, Ciri-Ciri Historiografi Kolonial, dan Contohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri historiografi kolonial. Sumber: Bo Ponomari/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri historiografi kolonial. Sumber: Bo Ponomari/pexels.com

Historiografi kolonial adalah penulisan sejarah Indonesia pada masa penjajahan. Salah satu ciri-ciri historiografi kolonial adalah menonjolkan peran tokoh penting dari Belanda.

Fairozi dalam Historiografi Kolonial dan Karakteristiknya mengungkapkan bahwa historiografi kolonial memiliki sifat Belanda sentrisme.

Untuk memahami lebih dalam mengenai pengertian dan ciri-ciri historiografi kolonial, mari baca artikel ini sampai tuntas.

Pengertian Historiografi Kolonial

Ilustrasi historiografi kolonial. Sumber: StockSnap/pixabay.com

Historiografi kolonial adalah penulisan sejarah Indonesia di masa kependudukan Belanda atau kolonialisme. Hal ini dimulai sejak masa VOC, hingga masa pemerintahan Hindia Belanda.

Keunikan dari historiografi kolonial ini adalah penulisannya yang dilakukan oleh orang-orang Belanda, bahkan di antaranya belum pernah berkunjung ke Indonesia.

Umumnya, para penulis tersebut memperoleh informasi seputar masa penjajahan tersebut dari arsip negara milik Kerajaan Belanda.

Ciri-Ciri Historiografi Kolonial

Ilustrasi ciri-ciri historiografi kolonial. Sumber: MorningbirdPhoto/pixabay.com

Berikut adalah ciri-ciri historiografi kolonial yang perlu diketahui.

  • Menggunakan sudut pandang dari pihak koloni atau Belanda sentrisme. Hal ini berarti peristiwa sejarah yang ditulis hanya berkaitan dengan kepentingan pihak kolonial terhadap negara jajahan saja.

  • Memiliki sifat subjektif dari sisi pemerintahan kolonial. Sebab, hal ini dilakukan untuk kepentingan kolonial.

  • Catatan sejarah yang ditulis bersifat diskriminatif terhadap rakyat Hindia Belanda. Biasanya cenderung kasar, memberikan label primitif, serta sifat buruk lain yang dilekatkan pada bangsa Indonesia.

  • Bersifat ahistoris, yaitu pihak koloni dianggap sebagai sosok yang sempurna dalam berbagai bidang kehidupan di Nusantara.

  • Bersifat mitologisasi, yaitu banyak peristiwa yang dicatat tanpa melihat kejadian sebenarnya.

  • Proses penulisan cenderung berfokus pada sumber dari pihak koloni dan mengabaikan sumber lokal.

  • Menceritakan sejarah dari orang-orang besar dan penting di masa penjajahan, seperti Raffles dan Daendels.

Contoh Historiografi Kolonial

Berbagai contoh dari historiografi kolonial antara lain:

  • Karya B.H.M. Vlekke yang berjudul Geschiedenis van den Indischen Archipel.

  • Karya H. J. de Graaf yang berjudul Geschiedenis van Indonesie.

  • Karya Thomas S. Raffles yang berjudul History of Java (1817).

  • Karya F.W. Stapel yang berjudul Beknopt Leerboek Geschiedenis van Nederlandsch Oost-Indie.

Demikian informasi mengenai pengertian, ciri-ciri historiografi kolonial, dan contohnya. [ENF]