Konten dari Pengguna

Pengertian, Ciri-ciri Wilayah Nodal Region, dan Contohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri wilayah nodal region. Sumber: Lukas Kloeppel/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri wilayah nodal region. Sumber: Lukas Kloeppel/pexels.com

Wilayah nodal region adalah jenis wilayah geografi yang heterogen. Ciri-ciri wilayah nodal region adalah memiliki karakteristik berupa kegiatan saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan.

Giyarsih dalam Pola Spasial Transformasi Wilayah di Koridor Yogyakarta-Surakarta menyebutkan jika wilayah nodal region adalah jenis wilayah yang terbentuk dari adanya keanekaragaman.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ciri-ciri wilayah nodal region, baca artikel ini sampai selesai.

Pengertian dan Ciri-ciri Wilayah Nodal Region

Ilustrasi ciri-ciri wilayah nodal region. Sumber: Roberto Nickson/pexels.com

Wilayah nodal region atau fungsional adalah jenis wilayah geografi yang mempunyai kegiatan saling berhubungan secara fungsional. Wilayah ini memiliki konsep yang berbeda daripada wilayah formal.

Pada wilayah nodal region, umumnya terdiri dari karakteristik yang heterogen atau berdasarkan keanekaragaman, sehingga homogenitas tak lagi berlaku.

Meski berbeda, bagian-bagian dalam suatu wilayah memiliki hubungan satu sama lain. Adapun ciri-ciri wilayah nodal region adalah:

  1. Aspek-aspek dalam wilayah bersifat homogen atau beraneka ragam.

  2. Terdapat ide, gagasan, manusia, maupun arus barang yang saling berhubungan.

  3. Terdapat node atau pusat yang menjadi pertemuan antara setiap bagian dalam suatu wilayah.

  4. Terdapat kegiatan yang saling berhubungan antara sejumlah pusat kegiatan secara fungsional.

  5. Terdapat wilayah yang semakin luas.

  6. Terdapat komunikasi dan transportasi yang menunjang pertumbuhan serta perkembangan wilayah tersebut.

  7. Antara satu daerah dan daerah lainnya saling membantu memenuhi kebutuhan meskipun memiliki perbedaan dari segi fisik.

  8. Terdapat jaring-jaring rute tempat berlangsungnya aktivitas tukar-menukar.

  9. Terdapat pola saling ketergantungan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Contoh Wilayah Nodal Region

Wilayah nodal region ini banyak ditemukan di Indonesia. Adapun beberapa contoh wilayah fungsional adalah:

1. Wilayah Industri

Salah satu contoh wilayah nodal region adalah wilayah industri. Wilayah ini memiliki pusat dari pabrik-pabrik. Di sisi lain, pabrik terdiri atas banyak tenaga kerja, sehingga menarik banyak pegawai untuk tinggal dan beraktivitas di sekitarnya.

2. Kota Metropolitan

Contoh wilayah nodal region selanjutnya adalah kota metropolitan. Pasalnya, wilayah ini mempunyai node atau pusat serta sistem terintegrasi dengan wilayah lainnya, seperti transportasi, sarana-prasarana, hingga pusat kegiatan pemerintahan.

Misalnya adalah DKI Jakarta sebagai pusat atau node dari Indonesia. Akibatnya, berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pemerintahan, administrasi, perekonomian, hiburan, pendidikan, hingga kesehatan, berpusat di Jakarta.

Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri wilayah nodal region dan contohnya. [ENF]