Pengertian dan Ciri-Ciri Stratifikasi Sosial Tertutup dan Terbuka

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai ciri-ciri stratifikasi sosial tertutup maupun terbuka yang penting untuk diketahui bersama.
Dikutip dari buku Sosiologi oleh Janu Murdiyatmoko, stratifikasi sosial merupakan penggolongan orang-orang yang ada di dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi kekuasaan, privilege, dan prestise.
Terdapat pembagian stratifikasi, yaitu stratifikasi sosial tertutup dan terbuka. Bagaimana pengertian dan ciri-ciri keduanya?
Pengertian dan Ciri Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial merupakan penggolongan orang-orang dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan hierarkis menurut hak istimewa, kehormatan, dan kekuasaan.
Stratifikasi sosial terbagi menjadi jenis tertutup dan terbuka dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Stratifikasi Tertutup
Stratifikasi sosial tertutup adalah sebuah stratifikasi sosial dengan ciri sifat diskriminatif karena susahnya bergerak secara vertikal. Pasalnya, setiap individu di dalamnya hanya bergerak secara horizontal.
Stratifikasi sosial tertutup terlihat pada sistem kasta agama Hindu yang mengelompokkkan anggotanya dalam empat kasta, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Seseorang akan susah berpindah kelas akibat kasta diperoleh dari keturunan.
Adapun contoh stratifikasi sosial tertutup, antara lain:
Susahnya orang Bali mengubah kasta strata sosialnya.
Sistem kasta di Kerajaan Inggris yang menentukan hak waris.
2. Stratifikasi Terbuka
Stratifikasi sosial terbuka adalah stratifikasi dengan ciri-ciri mobilitas tinggi dan dinamisme. Setiap masyarakat bisa bergerak bebas dalam kelas sosial, baik secara horizontal maupun vertikal.
Bahkan, apabila mobilitas harus melalui perjuangan berat, kemungkinan satu kelas sosial yang berubah selalu ada. Contohnya, seseorang yang awalnya merupakan pegawai biasa bisa dipromosikan menjadi seorang manajer.
Adapun contoh dari stratifikasi sosial terbuka, antara lain:
Komitmen kuat yang dimiliki oleh seorang penjual buah keliling menyebabkan usahanya terus berkembang hingga dapat memiliki banyak cabang.
Seorang anak supir taksi berhasil menjadi lulusan terbaik setelah berkuliah menggunakan beasiswa. Kemudian, ia pun mendapat pekerjaan di perusahaan besar di ibu kota.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai pengertian dan ciri-ciri stratifikasi sosial tertutup dan terbuka.(LAU)
