Pengertian dan Contoh Nilai Praksis Sila ke-2

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nilai praksis sila ke-2 Pancasila tidak hanya tertulis dan diucapkan, tetapi juga diamalkan sebagai ideologi dasar negara Indonesia.
Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, yang memengaruhi perilaku sosial orang yang memiliki nilai itu.
Berikut penjelasan lebih lengkap tentang pengertian nilai praksis sila ke-2 dan contohnya.
Pengertian Nilai Praksis Pancasila
A. Aco Agus dalam Jurnal Office (2016) menyebutkan bahwa nilai praksis Pancasila adalah realisasi dari nilai-nilai instrumental dalam suatu pengamalan yang bersifat nyata dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Nilai instrumental sendiri merupakan pembentukan nilai-nilai dasar Pancasila yang meliputi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
Melalui pengamalan nilai-nilai praksis pada Pancasila, masyarakat Indonesia dapat memperoleh pedoman bagaimana berperilaku dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan ideologi dan tujuan bangsa.
Contoh Nilai Praksis Sila ke-2 Pancasila
Sila kedua Pancasila berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Sila ini diperkenalkan oleh Mohammad Yamin pada hari pertama sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 29 Mei 1945.
Sesuai dengan bunyinya, sila “Kemanusiaan” ini mengakui bahwa setiap warga negara harus diperlakukan dengan menjunjung tinggi nilai keadilan dan beradab, tanpa terkecuali. Hal ini mencakup upaya negara untuk mengakui dan melindungi hak milik perorangan serta pemanfataannya.
Berikut adalah beberapa contoh perilaku pengamalan dari nilai praksis pancasila sila ke-2, antara lain:
1. Mengembangkan Sikap Tenggang Rasa Antarsesama Manusia
Tenggang rasa diartikan sebagai sikap saling hormat-menghormati dan saling menghargai, serta dapat menempatkan diri pada situasi yang sedang dialami orang lain.
2. Senang Melakukan Kegiatan Kemanusiaan
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, seperti ikut serta dalam kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana alam.
3. Saling Menyayangi Antarsesama
Membantu teman yang sedang kesusahan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tanpa mengharapkan imbalan/balasan atas kebaikan yang diberikan.
4. Memanusiakan Manusia
Tidak berbuat semena-mena kepada orang lain, seperti memotong jalur antrian orang lain tanpa alasan yang dapat diterima.
5. Toleransi
Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban antara sesama manusia dengan tidak membeda-bedakan teman berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi, maupun tingkat pendidikan ketika bergaul dan bermain.
