Pengertian dan Macam-macam Kelas Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelas sosial merupakan salah satu konsep dalam ilmu sosiologi yang memberikan gambaran terkait dengan pengelompokan suatu masyarakat.
Para tokoh sosiologi, seperti Karl Marx, memiliki pendapat mereka tersendiri mengenai macam-macam kelas sosial. Masing-masing kelas sosial yang ada di dalam masyarakat biasanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Untuk lebih memahami tentang pengertian dan macam-macam kelas sosial, mari simak pembahasannya di sini.
Pengertian Kelas Sosial
Dikutip dari buku Analisis Sosial karya Makinuddin, (2006) pengertian kelas sosial adalah golongan sosial dalam sebuah tatanan masyarakat. Kelas sosial menunjukkan adanya perbedaan atau stratifikasi antara individu atau kelompok dalam masyarakat.
Adanya kelas sosial di dalam masyarakat dapat memengaruhi hak, kesempatan, dan kesejahteraan mereka. Kelas sosial juga mencerminkan adanya sistem hierarki atau tatanan sosial yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat.
Pada dasarnya, kelas sosial bukanlah sesuatu yang tetap atau baku, melainkan dapat berubah seiring dengan perkembangan politik, ekonomi, budaya, dan sejarah suatu masyarakat. Kelas sosial juga bersifat relatif, artinya dapat berbeda-beda tergantung pada perspektif.
Oleh karena itu, tidak ada satu definisi atau klasifikasi kelas sosial yang dapat diterima secara universal oleh semua masyarakat.
Macam-macam Kelas Sosial
Ada beberapa tokoh sosiologi telah mencoba mengemukakan teori atau pendapat tentang kelas sosial, baik dari sudut pandang struktural, fungsional, maupun konfliktual.
Berikut ini adalah macam-macam kelas sosial menurut para tokoh sosiologi.
1. Karl Marx
Karl Marx membagi masyarakat menjadi dua kelas utama, yaitu:
Kelas borjuis: Kelas ini terdiri dari mereka yang memiliki dan menguasai alat produksi atau modal, seperti tanah, pabrik, mesin, dan sebagainya. Kelas borjuis biasanya menjadi kelompok penguasa atau elit yang mengeksploitasi tenaga kerja dari kelas bawah.
Kelas proletar: Kelas ini terdiri dari mereka yang tidak memiliki alat produksi atau modal, melainkan hanya memiliki tenaga kerja sebagai sumber penghasilan. Kelas proletar biasanya menjadi kelompok tertindas atau marjinal yang harus menjual tenaga kerja mereka.
2. Max Weber
Weber membedakan tiga dimensi utama dari kelas sosial, yaitu:
Kelas ekonomi: Kelas ini ditentukan oleh kemampuan seseorang untuk memiliki atau mengakses barang-barang ekonomi, seperti uang, properti, pendapatan, dan sebagainya. Kelas ekonomi mencerminkan kesempatan seseorang untuk memenuhi kebutuhan materialnya.
Status sosial: Kelas ini ditentukan oleh penghargaan atau prestise yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang berdasarkan gaya hidup, budaya, agama, etnisitas, profesi, dan sebagainya.
Kekuasaan politik: Kelas ini ditentukan oleh kemampuan seseorang untuk mempengaruhi atau mengendalikan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui organisasi, partai, kelompok, dan sebagainya.
Itulah penjelasan mengenai pengertian dan macam-macam kelas sosial menurut tokoh sosiologi. (WWN)
