Pengertian dan Perbedaan Fungsi Manifes dan Laten

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lembaga pendidikan merupakan tempat berlangsungnya pendidikan. Pendidikan memiliki banyak fungsi bagi manusia. Termasuk fungsi manifes dan juga fungsi laten. Lantas, apa perbedaan fungsi manifes dan laten?
Untuk memahami pengertian dan perbedaan fungsi manifes dan laten dalam lembaga pendidikan, mari simak pembahasannya di sini.
Fungsi Manifes
Pengertian fungsi manifes adalah fungsi yang diinginkan, disengaja, dan disadari oleh anggota masyarakat.
Beberapa fungsi manifes dari lembaga pendidikan antara lain:
Mengajarkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai pada sisawa agar bisa menjadi warga negara yang berkontribusi pada masyarakat
Memberi pendidikan tentang norma dan karakter di masyarakat
Melestarikan kebudayaan di sekitar
Fungsi Laten
Fungsi laten merupakan fungsi yang tidak diinginkan, tidak disengaja, dan tidak disadari oleh anggota masyarakat.
Ada beberapa fungsi laten dalam lembaga pendidikan, antara lain:
Membentuk jaringan sosial, identitas kelompok, dan norma-norma perilaku di antara siswa
Mengurangi pengendalian orang tua karena proses sosialisasi terjadi di luar rumah
Mempertahankan masa remaja karena anak belum akan dimintai tanggung jawab secara dewasa
Kendati demikian, ada kalannya fungsi laten tersebut memicu perilaku negatif yang tidak diharapkan. Contohnya merokok dan tawuran akibat pergaulan antarsiswa yang salah.
Perbedaan Fungsi Manifes dan Laten
Dikutip dari buku Sosiologi karya Tim Mitra Guru (ESIS), fungsi manifes dan fungsi laten adalah dua konsep yang digunakan dalam sosiologi untuk menjelaskan efek dari suatu lembaga, proses, atau tindakan sosial.
Sederhananya, fungsi manifes merupakan fungsi yang diharapkan dalam masyarakat, sedangkan fungsi laten adalah fungsi yang tidak diharapkan.
Fungsi manifes dan laten tersebut tidak selalu sejalan atau seimbang. Terkadang, fungsi manifes dapat mengorbankan fungsi laten, atau sebaliknya.
Sebagai contoh, lembaga pendidikan yang terlalu fokus pada standar akademik tinggi dapat mengurangi kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi sosial, berekspresi diri, dan mengeksplorasi minat mereka.
Sebaliknya, pendidikan yang terlalu fokus pada aspek-aspek non-akademik dapat mengabaikan kualitas dan relevansi kurikulum, metode pengajaran, dan evaluasi.
Demikian pembahasan mengenai pengertian dan perbedaan fungsi manifes dan laten dari lembaga pendidikan. (WWN)
