Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Sumber Norma Agama

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber norma agama adalah Tuhan, di mana setiap individu harus menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Dikutip dari Buku Saku Sosiologi, norma merupakan aturan-aturan dan harapan-harapan masyarakat yang memandu anggota-anggota masyarakatnya.
Dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat berbagai jenis norma. Salah satunya adalah norma agama.
Pengertian Norma Agama
Norma agama hadir dan bersumber dari adanya keyakinan terhadap Tuhan. Norma satu ini mengacu pada ayat-ayat yang ada dalam kitab suci.
Umumnya, aturan yang ada dalam norma agama meliputi perintah serta larangan yang ada dalam kitab suci. Adanya aturan tersebut menjadi panduan hidup bagi pemeluknya.
Berikut ini ciri-ciri dari norma agama:
Bersumber dari Tuhan.
Bersifat abadi.
Apabila dijalankan, seseorang akan mendapat pahala. Namun, jika dilanggar, seseorang akan mendapat dosa.
Bersifat luas dan berlaku bagi seluruh umat.
Fungsi Norma Agama
Tujuan dari norma agama adalah untuk menyempurnakan dan menjadikan manusia sebagai makhluk yang baik. Norma ini lebih mengarah pada batin manusia. Seseorang yang taat pada norma ini akan merasa jauh lebih tenang dalam hidup.
Adapun fungsi dari norma agama adalah sebagai berikut:
Panduan hidup manusia dari Tuhan sehingga sifatnya mutlak.
Membatasi perilaku menurut ketuhanan.
Panduan hidup dalam menjalani hubungan antarmanusia maupun manusia kepada Tuhan.
Menjadi aturan dalam berperilaku maupun melakukan tindakan sosial.
Contoh Norma Agama
Berikut ini beberapa contoh dari norma agama:
1. Tidak Beribadah
Seseorang yang menjunjung tinggi norma agama akan merasa sangat bersalah jika tidak menjalankan ibadah wajib. Misalnya, sholat dalam agama Islam maupun sembahyang dalam agama lain.
Pasalnya, ibadah wajib merupakan salah satu cara untuk berhubungan dengan Tuhan dan menjadi cara untuk mewujudkan rasa syukur, memohon ampun, sampai menggantungkan doa.
2. Fitnah
Fitnah adalah menyebarkan kabar bohong yang bersifat buruk serta merugikan salah satu pihak. Biasanya, fitnah dilakukan karena tidak ingin melihat orang lain berhasil.
Tentunya, ini adalah perbuatan yang buruk. Adanya fitnah dapat mencoreng nama baik seseorang hingga merusak hubungan sosial.
3. Mencuri
Semua agama sudah pasti melarang pemeluknya untuk mencuri. Mencuri adalah mengambil barang orang lain yang bukan haknya. Mencuri tidak hanya termasuk dalam norma agama, tetapi juga norma hukum dengan adanya sanksi pidana.
Itu dia sekilas penjelasan mengenai sumber norma agama, fungsi, dan contohnya.(LAU)
