Konten dari Pengguna

Pengertian Nilai Praksis dan Contohnya Sesuai Masing-Masing Sila

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian nilai praksis. Foto: Mufid Majnun/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian nilai praksis. Foto: Mufid Majnun/Unsplash

Pengertian nilai praksis bisa dikatakan sebagai realisasi dari nilai instrumental yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dan akan terus berkembang seiring zaman sebab Pancasila merupakan ideologi yang terbuka.

Untuk mengenal lebih jauh tentang pengertian nilai praksis, simak ulasan berikut.

Pengertian Nilai Praksis beserta Contohnya

Ilustrasi pengertian nilai praksis. Foto: Camille Bismonte/Unsplash

Nilai praksis adalah nilai-nilai yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, juga merupakan penerapan nilai dasar serta nilai instrumental Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Demikian uraian dalam situs lib.lemhannas.go.id.

Setelah mengetahui pengertian nilai praksis, kenali contoh lengkapnya sesuai masing-masing sila berikut ini.

1. Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa)

  • Saling menghormati kebebasan beribadah sesuai kepercayaan masing-masing.

  • Bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa.

  • Tidak memaksa orang lain untuk memeluk agama tertentu.

  • Menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

  • Membangun kerukunan antarsesama umat beragama.

2. Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)

  • Memperlakukan setiap orang sesuai harkat dan martabatnya sebagai sesama makhluk Tuhan.

  • Saling menghormati dan menyayangi.

  • Mengakui persamaan derajat, kewajiban, serta hak tiap manusia.

  • Tidak membeda-bedakan orang lain dari suku, agama, atau ras.

  • Senang melakukan kegiatan kemanusiaan, seperti bakti sosial, kerja bakti, atau memberikan santunan kepada orang-orang yang membutuhkan.

3. Sila Ketiga (Persatuan Indonesia)

  • Saling menghargai kebudayaan setiap daerah.

  • Mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

  • Menjalin hubungan yang baik dengan beragam suku bangsa di Indonesia.

  • Menjunjung tinggi persatuan serta kesatuan bangsa.

  • Menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

4. Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan)

  • Menghargai serta menghormati pendapat orang lain.

  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

  • Musyawarah untuk mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

  • Melakukan musyawarah ketika hendak mengambil keputusan.

  • Turut serta dalam kegiatan kebangsaan, seperti pemilu hingga pilpres.

  • Menghargai seluruh hasil musyawarah dan memberi kepercayaan pada wakil rakyat yang terpilih.

5. Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)

  • Senang membantu dan menghormati hak orang lain.

  • Menjaga keseimbangan hak dan kewajiban.

  • Gemar bekerja keras.

  • Tidak boros dalam keuangan.

  • Tidak melakukan kegiatan atau aktivitas yang merugikan orang lain.

  • Senantiasa membantu orang lain yang terkena musibah.

Itulah pengertian nilai praksis beserta contohnya berdasarkan tiap-tiap sila. Sebagai warga negara yang baik, setiap orang wajib menunjukkan perilaku sesuai sila yang terdapat dalam Pancasila. (DN)