Konten dari Pengguna

Pengertian Prasangka dan Faktor Penyebabnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian prasangka. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian prasangka. Sumber foto: Unsplash

Pengertian prasangka adalah pendapat atau sikap yang berlandaskan emosi tanpa mengetahui fakta aslinya. Biasanya, hal ini berlangsung setiap hari pada orang yang baru dikenal.

Prasangka sendiri termasuk kebiasaan buruk yang dapat merusak hubungan sosial. Lalu, apa saja faktor penyebab dari prasangka? Untuk penjelasan lebih lengkap, simak uraian di bawah ini.

Pengertian Prasangka

Ilustrasi prasangka. Sumber foto: Unsplash

Prasangka merupakan fenomena sosial yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, prasangka dilakukan untuk meningkatkan citra diri seseorang.

Prasangka sendiri adalah bentuk penilaian negatif terhadap suatu individu atau kelompok. Karena sifatnya yang berbentuk penilaian negatif, prasangka dapat merusak hubungan sosial antar manusia.

Faktor Penyebab Prasangka

Umumnya, prasangka disebabkan oleh beberapa faktor. Apa saja? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Konflik Langsung

Salah satu faktor penyebab terjadinya prasangka adalah konflik langsung antarkelompok sosial di mana akhirnya berkembang menjadi sebuah kebencian dan prasangka.

2. Pengalaman

Selain konflik langsung, pengalaman juga dapat menjadi penyebab terjadinya prasangka. Misalnya, ketika seseorang memiliki pengalaman negatif dengan individu dari kelompok tertentu, ia akan membuat prasangka ke seluruh anggota kelompok.

3. Stereotipe

Stereotipe adalah persepsi yang diberikan pada suatu individu atau kelompok. Umumnya, stereotipe muncul sebagai generalisasi dari karakteristik suatu individu atau kelompok.

4. Konformitas

Menurut Myers (2012), sebagian besar prasangka terbentuk karena ketidakberdayaan. Di mana saat prasangka telah diterima secara sosial, banyak orang yang akan mengikutinya.

Jadi, konformitas tidak hanya digunakan sebagai senjata untuk membenci orang lain, tetapi juga untuk membuat kita diterima dan disukai oleh masyarakat.

5. In-Group Bias

Selain konformitas, bias kelompok juga dapat menjadi salah satu faktor terjadinya prasangka kelompok di mana hal ini dipengaruhi oleh kecenderungan untuk menyukai kelompok sendiri.

Itulah beberapa faktor penyebab munculnya prasangka. Perasaan ini perlu untuk diatasi agar tidak merusak hubungan sosial serta tidak menimbulkan sikap diskriminasi pada individu atau kelompok tertentu.

Mengatasi prasangka pun dapat dilakukan dengan mengintrospeksi diri, berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai macam manusia, menghindari generalisasi, hingga membaca buku untuk menambah pengetahuan.