Konten dari Pengguna

Pengertian Sukuisme dan Penjelasan Lengkapnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sukuisme. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sukuisme. Sumber: Unsplash

Sukuisme adalah adanya perasaan yang sangat menjunjung tinggi ikatan sosial yang ia miliki. Tentunya, hal ini sebaiknya dihindari agar tidak menimbulkan suatu hal yang merugikan.

Dikutip dari buku Benarkah Injil Kabar Baik?, sukuisme merupakan isu yang sangat sensitif untuk diperbincangkan. Sukuisme dapat dikatakan sebagai salah satu dampak dari globalisasi.

Lantas, apa sebenarnya pengertian dari sukuisme dan mengapa hal tersebut menjadi pembahasan yang sangat sensitif?

Pengertian Sukuisme

Ilustrasi Sukuisme. Sumber: Unsplash

Sukuisme juga dikenal dengan primordialisme yang berasal dari Bahasa Latin, yaitu primus berarti pertama dan ordiri berarti ikatan.

Primodialisme berarti suatu perasaan yang sangat menjunjung tinggi ikatan sosial, seperti norma, nilai, dan kebiasaan dari ras, etnik, maupun kebudayaan yang dimilikinya.

Sebenarnya, sikap primordial berfungsi melestarikan budaya sebuah kelompok. Tetapi, di sisi lain, primordial dapat menjadi penyebab munculnya sikap etnosentrisme, yaitu cenderung memandang budaya orang lain secara subjektif.

Faktor Penyebab Sukuisme

Ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya sukuisme. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Menganggap suatu hal dalam kelompok adalah hal yang istimewa.

  • Sikap mempertahankan kesatuan kelompok maupun kesatuan dari ancaman luar.

  • Terdapat nilai yang berkaitan dengan keyakinan, seperti ideologi dan keagamaan.

Upaya Pencegahan Konflik Sukuisme

Konflik sukuisme harus dicegah karena dapat menyebabkan berbagai dampak merugikan. Adapun upaya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut

1. Memahami Perlindungan Hak

Upaya pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memahami adanya perlindungan untuk hak warga negara. Misalnya, Indonesia memberi kebebasan pada rakyatnya untuk memeluk ibadah maupun beribadah sesuai keyakinan masing-masing.

2. Menghargai Perbedaan

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa. Maka dari itu, tak heran jika ada banyak sekali perbedaan yang terjadi. Dengan menghormati dan menghargai perbedaan, konflik sukuisme dapat dicegah.

Beberapa sikap menghargai perbedaan adalah sebagai berikut:

  • Berteman dengan siapa pun tanpa melihat latar belakang suku, agama, dan golongan.

  • Menghormati orang dengan suku, budaya, agama, atau golongan yang berbeda.

  • Mau mempelajari kebudayaan daerah lain.

Itu dia sekilas penjelasan mengenai sukuisme.(LAU)