Konten dari Pengguna

Pengertian Transformasi Konflik dan Upaya untuk Melakukannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi transformasi konflik. Sumber: Yan Krukau/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi transformasi konflik. Sumber: Yan Krukau/pexels.com

Transformasi konflik adalah suatu upaya masyarakat untuk meniadakan konflik dalam jangka panjang. Salah satu tokoh transformasi konflik yang terkenal adalah John Paul Lederach.

Menurut Waas, Fasisaka, dan Parameswari dalam Upaya Transformasi Konflik Oleh Search For Common Ground Organization dalam Konflik Dongo (2010-2013) bahwa suatu konflik yang tidak kunjung diatasi bisa menimbulkan dampak yang besar bagi suatu wilayah atau negara.

Untuk mengetahui penjelasan mengenai transformasi konflik dan upaya untuk melakukannya, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian Transformasi Konflik

Ilustrasi transformasi konflik. Sumber: Yan Krukau/pexels.com

Transformasi konflik adalah suatu upaya mengubah situasi untuk mengatasi konflik yang terjadi antar golongan.

Adanya transformasi konflik ini sangat membantu mengatasi masalah berkepanjangan antar golongan. Sebab, konflik yang berlangsung lama justru bisa merusak suatu golong hingga negara.

Bentuk perubahan tersebut dilakukan dengan mengubah sudut pandang masyarakat agar mampu memandang konflik dengan lebih positif dan konstruktif.

Upaya Melakukan Transformasi Konflik

Terdapat beberapa aspek yang perlu dijadikan sebagai objek perubahan. Beberapa objek yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut.

1. Dimensi Personal

Upaya melakukan transformasi konflik yang pertama adalah dengan menyangkut dimensi personal, yaitu suatu aspek perubahan kognitif, persepsi, emosi, hingga spiritual seseorang.

Aspek ini diperlukan untuk membebaskan sekelompok individu dari jeratan destruktif konflik sosial.

2. Dimensi Relasional

Aspek dalam transformasi konflik berikutnya adalah dimensi relasional. Hal ini merupakan suatu upaya untuk memperbaiki pola komunikasi serta interaksi antar masyarakat yang bertikai.

Hal ini akan membantu mengurangi interaksi yang buruk dan membantu meningkatkan rasa empati antar individu.

3. Dimensi Kultur

Upaya melakukan transformasi konflik selanjutnya adalah dengan mengidentifikasi aspek-aspek kebudayaan. Aspek budaya sangat rentan terdampak konflik.

Di samping itu, aspek budaya juga dapat membantu mengatasi konflik dengan cara mengimplementasikan nilai-nilai kultural.

4. Dimensi Struktural

Upaya melakukan transformasi konflik berikutnya berhubungan dengan struktur sosial. Melalui struktur sosial ini, masyarakat bisa mengelola serta membangun hubungan yang baik antar masyarakat.

Dengan memperbaiki hubungan antar masyarakat, konflik dalam suatu golongan pun bisa diatasi dan dicegah. Demikian informasi mengenai pengertian transformasi konflik beserta upaya untuk melakukannya. [ENF]