Konten dari Pengguna

Peninggalan atau Bukti Sejarah Penjajahan Jepang yang Tersisa hingga Kini

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Goa, Foto:Unsplash/Bruno van der Kraan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Goa, Foto:Unsplash/Bruno van der Kraan

Apa saja peninggalan atau bukti sejarah penjajahan Jepang yang ada di daerah kalian? Banyak yang mungkin belum menyadari bahwa berbagai sisa peninggalan dari masa pendudukan Jepang masih dapat ditemukan hingga kini.

Dari bangunan tua yang masih berdiri kokoh, fasilitas publik yang dirancang untuk kebutuhan militer, hingga artefak dan dokumen sejarah yang tersimpan rapi, semuanya menjadi pengingat nyata akan perjalanan sejarah bangsa.

Setiap peninggalan memiliki cerita sendiri, mencerminkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya pada masa itu.

Peninggalan atau Bukti Sejarah Penjajahan Jepang yang Tersisa hingga Kini

Ilustrasi Goa, Foto:Unsplash/Joshua Sortino

Apa saja peninggalan atau bukti sejarah penjajahan Jepang yang ada di daerah kalian? Salah satu contohnya dapat ditemukan di Pulau Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, melalui bunker-bunker yang dibangun oleh penjajah di sekitar pulau tersebut.

Dikutip dari laman simcabud.makassarkota.go.id, Pulau Lae-Lae, sebuah pulau kecil di gugusan Spermonde, hanya berjarak sekitar 1.25 kilometer dari dermaga Kayu Bangkoa di Makassar. Karena dekat, Anda hanya butuh sekitar 10 menit untuk sampai ke sana.

Selain itu, saat ini pulau tersebut juga menjadi destinasi wisata, khususnya untuk menikmati keindahan pantai.

Di pulau ini terdapat dua bunker bersejarah dengan ciri khas masing-masing. Bunker pertama ada di pekarangan rumah warga, tepatnya di sisi jalan setapak bagian selatan perkampungan. Jaraknya hanya sekitar 20 meter dari Kantor Lurah Lae-Lae.

Denahnya berbentuk huruf Z terbalik dengan panjang sekitar lima meter, sedangkan bunker kedua terletak di pekarangan warga di ujung barat pulau dengan denah menyerupai susunan anak tangga serta panjang bangunan sekitar tujuh meter.

Dua bunker peninggalan atau bukti sejarah penjajahan Jepang yang dulunya berfungsi sebagai tempat pertahanan, pengintaian, perlindungan, serta penyimpanan senjata dan amunisi, kini sedang direhabilitasi.

Dinas Kebudayaan Kota Makassar, melalui Bidang Pelestarian Sejarah, Tradisi, dan Cagar Budaya, memantau langsung proses pemeliharaan ini sebagai upaya pelestarian cagar budaya.

Di masa depan, bunker-bunker ini diharapkan menjadi sarana edukasi sejarah dan destinasi wisata sejarah-budaya. Dengan partisipasi masyarakat dan pemerhati sejarah, peninggalan ini akan terus terawat, berfungsi sebagai pengingat nyata akan sejarah bangsa. (KIKI)

Baca juga: Akibat Serangan-Serangan Tentara Amerika Serikat dan Sekutunya terhadap Jepang