Konten dari Pengguna

Peninggalan Kebudayaan Bacson-Hoabinh yang dapat Dilihat hingga Kini

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peninggalan kebudayaan Bacson-Hoabinh. Sumber: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peninggalan kebudayaan Bacson-Hoabinh. Sumber: pixabay

Daerah penemuan peninggalan kebudayaan Bacson-Hoabinh yaitu di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Dikutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X karya Dr. Abdurakhman, daerah penemuan peninggalan dimulai dari Myanmar di barat, lalu ke utara hingga provinsi bagian selatan dari kurun waktu antara 18.000 hingga 3.000 tahun lalu.

Pada artikel ini, akan diuraikan penjelasan mengenai peninggalan kebudayaan Bacson-Hoabinh yang dapat dilihat hingga kini.

Peninggalan Kebudayaan Bacson-Hoabinh

Ilustrasi peninggalan kebudayaan Bacson-Hoabinh. Sumber: unsplash

Pada daerah Vietnam ditemukan tempat pembuatan alat penunjang kehidupan dari batu yang sejenis dengan alat-alat batu kebudayaan Bacson-Hoabinh, tepatnya Gua Xom Trai ditemukan alat-alat batu yang sudah diasah pada sisi yang tajam.

Alat-alat yang ditemukan dari Gua Xom Trai tersebut diperkirakan berasal dari 18.000 tahun yang lalu.

Pada perkembangannya, alat-alat batu atau yang dikenal dengan kebudayaan Bacson-Hoabin tersebar serta berhasil ditemukan hampir di seluruh wilayah Asia Tenggara, termasuk wilayah Indonesia.

Kebudayaan Bacson-Hoabinh mempunyai ciri khas yaitu penyerpihan di satu atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran sekitar satu kepalan serta seluruh tepiannya menjadi bagian yang tajam.

Kebudayaan Bacson-Hoabinh mempunyai beberapa peninggalan yang bisa dilihat hingga kini. Berikut empat peninggalan dari kebudayaan Bacson-Hoabinh yang bisa dilihat sampai sekarang:

1. Kjokkenmoddinger

Kjokkenmoddinger ialah tumpukan sampah dapur yang sebagian besarnya berupa kulit kerang yang mengendap pada suatu tempat. Jika dibiarkan terlalu lama, tumpukan sampah ini akan berubah menjadi fosil yang mengeras.

2. Flakes

Flakes ialah serpihan yang digunakan untuk memotong alat yang terbuat dari tulang atau batu yang sudah diasah menjadi tajam. Tak hanya itu, Flakes juga dibuat dalam bentuk ornamen yang indah dan dikenal dengan nama Kalsedon.

3. Kapak Tulang

Seperti namanya, kapak tulang merupakan salah satu kapak yang terbuat dari tulang hewan. Pada dasarnya, kapak tersebut berbentuk belati yang memiliki fungsi untuk menangkap ikan serta mengambil umbi-umbian.

4. Kapak Genggam

Kapak Genggam menjadi sebutan untuk alat ini, karena kapak tersebut tidak memiliki pegangan dan harus digenggam pada bagian badan kapaknya.

Kapak Genggam dibuat dari batu yang sudah dihaluskan dan diasah suapaya tajam yang berfungsi untuk membantu memotong perlengkapan dan bahan makanan.

Demikian uraian penjelasan mengenai peninggalan kebudayaan Bacson-Hoabinh yang dapat dilihat hingga kini. (ARH)