Konten dari Pengguna

Penjelasan Lengkap Mengenai Teori Pusat Pertumbuhan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teori Pusat Pertumbuhan. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori Pusat Pertumbuhan. Sumber: Unsplash

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan teori pusat pertumbuhan?

Dikutip dari buku Fakta dan Konsep Geografi oleh Totok Gunawan, dkk., kota menjadi pusat kegiatan dari berbagai daerah di sekitarnya.

Alasannya adalah karena kota mempunyai berbagai fungsi dan mempunyai banyak pusat kegiatan.

Penjelasan Lengkap Mengenai Teori Pusat Pertumbuhan

Ilustrasi Teori Pusat Pertumbuhan. Sumber: Unsplash

Kota menjadi pusat perkembangan untuk berbagai daerah di sekitarnya. Nah untuk bisa mengenali pusat pertumbuhan, berikut ini teori yang terkenal.

1. Teori Sentral

Teori sentral dikemukakan pertama kali oleh seorang ahli geografi dari Jerman yang bernama Walter Christaller. Ia menggelar studi persebaran kota, desa, dan pemukiman dengan ukuran luas yang berbeda.

Dalam teori ini dikatakan bahwa sebuah lokasi pusat aktivitas yang memberi pelayanan di berbagai kebutuhan penduduk ada di tempat yang sentral, yaitu tempat yang memungkinkan partisipasi manusia dalam jumlah maksimum.

Teori ini mendapat dukungan dari ahli ekonomi yang bernama August Losch. Menurut teori ini, tempat sentral adalah sebuah titik simpul dari sebuah bentuk segienam. Sedangkan, segienam sendiri adalah wilayah yang penduduknya bisa mendapat pelayanan dari tempat sentral.

Tempat sentral bisa berupa kota besar, pasar, ibu kota provinsi, kota kabupaten, maupun rumah sakit. Setiap tempat tersebut mempunyai pengaruh untuk penduduk yang tinggal di sekitarnya dengan perbedaan daya jangkau.

2. Teori Kutub Pertumbuhan

Teori kutub pertumbuhan atau growth poles theory dikembangkan pada tahun 1955 oleh Perroux. Ia melakukan pengamatan pada proses pembangunan.

Perroux mengungkapkan bahwa kenyataannya perkembangan bukan sebuah proses yang terjadi sentral, tapi kemunculannya ada di tempat tertentu dengan intensitas dan kecepatan yang berbeda.

Setiap tempat yang menjadi pusat pembangunan disebut pusat atau kutub pertumbuhan. Dari kutub tersebut proses pembangunan kemudian menyebar ke wilayah lain yang ada di sekitarnya.

Dengan adanya pusat pertumbuhan tersebut, kehidupan manusia pun terpengaruh terutama dalam bidang kesejahteraan. Selain itu, pusat pertumbuhan juga berpengaruh pada sektor sosial, ekonomi, hingga budaya masyarakat.

Itulah sekilas penjelasan mengenai teori pusat pertumbuhan yang terdiri dari teori sentral dan teori kutub pertumbuhan. (LAU)