Konten dari Pengguna

Penjelasan Lengkap tentang Manifestasi Imajinasi Sosiologi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Manifestasi Imajinasi Sosiologi. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Manifestasi Imajinasi Sosiologi. Sumber: Unsplash

Manifestasi imajinasi sosiologi adalah perubahan masalah pribadi menjadi isu publik. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini.

Dikutip dari buku Master Kisi-Kisi SBMPTN Soshum 2019, manifestasi imajinasi sosiologi adalah kemampuan dalam menetapkan masalah pribadi dalam kerangka informasi tentang isu sosial.

Pengertian Manifestasi Imajinasi Sosiologi

Ilustrasi Manifestasi Imajinasi Sosiologi. Sumber: Unsplash

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai manifestasi imajinasi sosiologi, sebaiknya kita pahami dulu artinya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berikut ini:

  • Manifestasi, yaitu perwujudan atau bentuk dari sesuatu yang tidak kelihatan; perwujudan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat

  • Imajinasi, yaitu daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; khayalan

  • Sosiologi, yaitu pengetahuan atau ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat; ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.

Istilah ini dipopulerkan oleh Charles Wright Mills. Menurutnya, manifestasi imajinasi sosiologi adalah perwujudan pendapat maupun perasaan yang berkaitan dengan struktur, proses, maupun perubahan sosial.

Mengenal Manifestasi Imajinasi Sosiologi

Setiap individu pasti mempunyai masalah dalam berbagai bidang. Baik dalam hal ekonomi maupun kesehatan. Ketika melihat masalah tersebut, seseorang akan berpikir bahwa berbagai fenomena tersebut adalah masalah pribadi dan merupakan hasil kesalahan sendiri.

Tapi ternyata, ilmu sosiologi mempunyai pendekatan berbeda yang tidak hanya memandang masalah tersebut sebagai masalah individu. Adanya masalah-masalah tersebut harus dihubungkan pada berbagai aspek masyarakat tempat individu yang bersangkutan berada.

Dalam buku The Sociological Imagination (1950), Charles Wright Mills menyebutkan bahwa terdapat hubungan luas antara masyarakat dengan individu. Ada banyak sekali masalah yang dianggap sebagai masalah individu yang sebaiknya dipandang sebagai masalah masyarakat.

Konsep imajinasi sosiologis tersebut dapat digunakan untuk menjadi dasar dari pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah pribadi. Dengan memakai konsep berpikir ini, maka terdapat penerapan dari pengajuan maupun menjawab pertanyaan sosiologis, yaitu pertanyaan mengenai proses dan elemen masyarakat.

Adanya imajinasi sosiologis, individu akan memandang pemahaman sejarah hidup dan pergi dari kehidupan monoton sebagai dua hal yang saling berkaitan.

Salah satu contoh dari konsep imajinasi sosiologis adalah pengangguran. Apabila hanya sedikit orang yang menganggur, hal ini bisa disebabkan oleh individu itu sendiri yang mungkin malas atau tidak mempunyai etos kerja baik. Namun jika angka pengangguran sangat banyak, maka hal ini bisa dipandang sebagai masalah publik yang bisa dikaitkan dengan ekonomi, politik, maupun sosial.

Nah itu dia sekilas penjelasan mengenai manifestasi imajinasi sosiologi.(LAU)