Penjelasan Teori Atom Rutherford serta Kelebihan dan Kekurangannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori atom Rutherford ini dicetuskan tahun 1911 oleh seorang ilmuwan dari Selandia Baru bernama Ernest Rutherford.
Ia mengemukakan teori tersebut usai melakukan percobaan Geiger-Marsden yang hasilnya bertolak belakang dengan teori atom J.J Thomson.
Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui teori atom Rutherford lebih lengkapnya.
Penjelasan Teori Atom Rutherford
Secara garis besar, teori atom Rutherford ini menyatakan kalau tiap muatan positif yang terdapat pada atom bakal terkonsentrasi di ruang inti atom, atau yang dikenal sebagai nukleus, serta dikelilingi elektron dengan muatan negatif yang melintasinya sehingga dapat menambah besaran volume atom tersebut.
Dalam Encyclopedia Britannica dikatakan bahwa percobaan Geiger-Marsden dilakukan dengan menggunakan partikel alfa untuk menembak lapisan tipis berwarna keemasan. Partikel alfa mampu memberikan hasil gambar tajam tatkala dipancarkan lewat lubang.
Akan tetapi, tidak demikian bila dipancarkan melalui mika. Justru gambarnya kelihatan buram.
Hal inilah yang membuat Rutherford kemudian mematahkan teori atom J.J Thomson, yang mengatakan bahwa sebagian besar atom itu ialah ruang kosong yang padat, kecil, dengan muatan positif.
Lantas, apakah kelebihan dan kekurangan dari teori atom Rutherford?
Kelebihan Teori Atom Rutherford
Berikut adalah kelebihan dari teori atom Rutherford, antara lain:
Eksperimen yang dilakukan Rutherford berhasil menemukan inti atom, atau disebut juga nukleus, yang terdiri atas proton serta neutron.
Teori ini juga berhasil menggambarkan bagaimana arah gerak dari elektron dengan muatan negatif di sekitar inti atom.
Teori Rutherford pun berhasil menemukan jari-jari inti atom dan atom.
Mudah dipahami dan dimengerti khususnya ketika penggambaran struktur atom yang rumit.
Kekurangan Teori Atom Rutherford
Teori Atom Rutherford juga memiliki berbagai kekurangan, di antaranya:
Teori ini tidak memiliki penjelasan mengenai spektrum garis atom hidrogen.
Tidak mempunyai penjelasan mengenai stabilitas atom serta mengapa elektron tak bisa jatuh ke nukleus atau inti atom.
Elektron yang mengandung muatan negatif, lalu mengelilingi inti bisa berbentuk spiral kemudian jatuh ke inti atom, tetapi pada kenyataannya elektron tersebut justru bergerak stabil pada lintasan.
Penemuan teori atom Rutherford disebut mempunyai jasa yang besar dalam pembentukan konsep lintasan serta kedudukan elektron. Pengetahuan yang menarik untuk kamu pelajari, ya. (DN)
