Konten dari Pengguna

Penjelasan Teori Struktur Kota dan Macam-macamnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teori Struktur Kota. Foto: dok. Patrick Tomasso (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori Struktur Kota. Foto: dok. Patrick Tomasso (Unsplash)

Dalam penyusunan struktur tata ruang kota, terdapat sederet teori struktur kota yang diterapkan. Untuk mengenal apa saja teori struktur kota beserta pembagian wilayahnya, berikut ini adalah penjelasan lengkap yang dapat Anda simak.

Macam-Macam Teori Struktur Kota beserta Pembagian Zona Wilayahnya

Ilustrasi Teori Struktur Kota. Foto: dok. Thomas Habr (Unsplash)

Setiap kota yang dijadikan tempat tinggal penduduk, tentu memiliki struktur tata ruang kota yang berbeda-beda. Terdapat beberapa teori yang membahas tentang teori struktur kota.

Lebih lanjut, Luthfi Muta’ali dan Arif Rahman Nugroho dalam buku Perkembangan Program Penanganan Permukiman Kumuh di Indonesia dari Masa ke Masa (2019: 11) memaparkan bahwa dalam kajian struktur keruangan kota (urban spatial structure), terdapat tiga teori besar yang dikembangkan, yaitu teori konsentris, teori sektor dan teori pusat kegiatan banyak yang juga dikenal dengan sebutan teori inti ganda.

Berdasarkan ketiga teori struktur kota tersebut, terdapat pembagian wilayah yang sesuai dengan fungsinya. Pembagian zona wilayah ini dilakukan dengan pola penggunaan ruang yang teratur. Berikut ini adalah macam-macam teori struktur kota:

Teori Konsentris (Concentric Theory)

Teori yang dicetuskan pertama kali oleh E.W Burgess (1925) ini menyatakan bahwa suatu kota terdiri dari beberapa zona yang konsentris. Masing-masing zona tersebut mencerminkan tipe penggunaan lahan yang berbeda. Menurut teori ini, wilayah dalam suatu kota terbagi menjadi 5 zona, antara lain:

  • Zona 1: Daerah Pusat Kegiatan (Central Business District)

  • Zona 2: Daerah Peralihan (DP) atau Transition Zone (TZ)

  • Zona 3: Zona Perumahan Para Pekerja menengah ke bawah

  • Zona 4: Zona Permukiman yang Lebih Baik (ZPB) atau Zone of Better Residence (ZBR)

  • Zona 5: Zona Penglaju (ZP) atau Commuters Zone (CZ)

Teori Sektor

Teori ini dikemukakan oleh Homer Hoyt (1939). Menurutnya, pertumbuhan kota lebih didasarkan sektor-sektor daripada sistem gelang seperti yang dikemukakan dalam teori konsentris yang dicetuskan oleh Burgess. Dalam teori ini, Hoyt menyebutkan bahwa persebaran pola sewa tempat tinggal terlihat sejalan dengan sektor-sektor tertentu. Pembagian wilayah berdasarkan teori sektor antara lain:

  • Zona 1: Central Business District (CBD)

  • Zona 2: Zona wholesale light manufacturing

  • Zona 3: Zona permukiman kelas rendah

  • Zona 4: Zona permukiman kelas menengah

  • Zona 5: Zona permukiman kelas tinggi

Teori Pusat Kegiatan Banyak (Multiple Nuclei Theory)

Teori yang juga dikenal dengan istilah teori inti ganda ini dicetuskan oleh C.D. Harris dan F.L. Ullmann (1945). Menurut pendapat Harris dan Ullman, kebanyakan kota besar tidak tumbuh dalam keruangan sederhana dan hanya ditandai oleh satu pusat kegiatan.

Suatu kota terbentuk sebagai produk perkembangan dan integrasi yang terus berlanjut dari sejumlah pusat kegiatan yang terpisah dalam satu sistem perkotaan. Pembagian lokasi zona keruangan tidak ditentukan dengan jarak daerah pusat kegiatan. Berikut ini adalah pembagian zona daerah menurut teori pusat kegiatan banyak:

  • Zona 1: Central Business District (CBD)

  • Zona 2: Zona wholesale light manufacturing

  • Zona 3: Zona permukiman kelas rendah

  • Zona 4: Zona permukiman kelas menengah

  • Zona 5: Zona permukiman kelas tinggi

  • Zona 6: Heavy Manufacturing (manufaktur berat)

  • Zona 7: Zona business district lainnya

  • Zona 8: Zona tempat tinggal daerah pinggiran

  • Zona 8: Zona industri daerah pinggiran

Pengetahuan tentang macam-macam teori struktur kota beserta pembagian wilayahnya dapat Anda jadikan sebagai media untuk memperluas wawasan khususnya dalam mengenal struktur tata ruang yang digunakan dalam suatu kota. (DAP)