Penjelasan Tiga Tingkatan dalam Bangunan Candi Budha

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tiga tingkatan dalam bangunan candi Budha, khususnya Candi Borobudur adalah kamadhatu, rupadhatu dan arupadhatu. Masing-masing tingkatan tersebut memberikan gambaran kehidupan umat Buddha yang berbeda-beda.
Tak hanya itu, dalam setiap tingkatan dalam bangunan candi juga terdapat stupa yang berbeda-beda. Hal ini membuat masing-masing tingkatan memiliki ciri khas yang berbeda-beda.
Untuk mengenal lebih dalam tentang tiga tingkatan dalam bangunan Candi Budha, mari simak ulasannya di bawah ini.
Mengenal Tiga Tingkatan dalam Bangunan Candi Budha
Candi dikenal sebagai bangunan suci bagi umat Hindu maupun Buddha. Candi dalam agama Buddha umumnya hanya digunakan untuk pemujaan dewa saja.
Di dalam bangunan Candi Buddha tidak terdapat pripih atau benda semacam potongan berbagai jenis logam dan batu akik yang disertai dengan saji-sajian. Arca di dalam candi Buddha ini juga tidak mewujudkan seorang raja.
Dalam buku berjudul Buku Siswa Sejarah Indonesia SMA/MA Kelas 10 yang disusun oleh Windriati, S.Pd. (2021: 275), disebutkan bahwa candi dalam agama Buddha merupakan sebuah tempat pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui Sang Buddha Gautama.
Contoh candi Budha adalah Candi Borobudur, Candi Sai, Candi Plaosan, Candi Banyunibo, Candi Sumberawan, dan Candi Muara Takus. Dari sederet candi Buddha tersebut, Candi Borobudur termasuk ke dalam salah satu candi yang digunakan umat Buddha. Candi Buddha tersebut memiliki tiga tingkatan dalam bangunanya.
Dikutip dari Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII yang disusun oleh Waluyo, Suwardi, Agung Feryanto, Tri Haryanto (2008: 155), dijelaskan bahwa bangunan candi Borobudur dibagi menjadi tiga bagian bangunan, sebagai berikut.
1. Kamadhatu
Dalam bangunan ini, terdapat pada tingkat pertama sampai tingkat ketiga candi. Bagian ini dihiasi relief karmawibhangga yang melukiskan hukum yang berlaku dalam kehidupan manusia.
2. Rupadhatu
Tingkat keempat sampai keenam candi. Dalam bagian ini terdapat hiasan relief Lalitavistara dan Jatakamala yang melukiskan kehidupan Sang Buddha.
3. Arupadhatu
Bagian ini merupakan bagian atap candi dari tingkat ketujuh sampai kesepuluh. Tidak ada relief dalam bagian candi ini. Namun, terdapat berbagai stupa-stupa yang menjadi simbol pencapaian kesempurnaan kehidupan manusia.
Demikian pembahasan mengenai tiga tingkatan bangunan candi Buddha yang menarik untuk diketahui. (DAP)
