Konten dari Pengguna

Penyebab Hiperinflasi pada Awal Kemerdekaan Indonesia Tahun 1940-an

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyebab Hiperinflasi pada Awal Kemerdekaan Indonesia. Sumber: Unsplash.com/Mathieu Turle
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Hiperinflasi pada Awal Kemerdekaan Indonesia. Sumber: Unsplash.com/Mathieu Turle

Indonesia pernah mengalami hiperinflasi pada awal kemerdekaan. Penyebab hiperinflasi pada awal kemerdekaan Indonesia tahun 1940-an adalah peredaran mata uang Jepang yang tidak terkendali.

Perkiraan jumlah uang yang beredar di masyarakat pada masa itu adalah sebesar 4 miliar, namun 1,6 miliar di antaranya beredar di wilayah Pulau Jawa.

Penyebab Hiperinflasi pada Awal Kemerdekaan Indonesia

Ilustrasi Penyebab Hiperinflasi pada Awal Kemerdekaan Indonesia. Sumber: Unsplash.com/Eduardo Soares

Indonesia telah melakukan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Namun, momen tersebut tidak secara langsung membuat Indonesia bebas dari masalah.

Salah satu masalah besar yang dialami oleh negara Indonesia pada awal kemerdekaan adalah hiperinflasi. Penyebab hiperinflasi pada awal kemerdekaan Indonesia yaitu peredaran mata uang pendudukan Jepang yang tidak terkendali.

Mengutip dari buku Sejarah 3 Sekolah Menengah Atas Kelas XII karya Mustopo, dkk. (2006: 36), pada saat itu, diperkirakan mata uang Jepang yang beredar di masyarakat sebesar 4 miliar. Sebanyak 1,6 miliar dari 4 miliar tersebut beredar di wilayah Pulau Jawa.

Kondisi hiperinflasi kian memburuk ketika pasukan Sekutu berhasil menduduki sejumlah kota besar di Indonesia dan menguasai sejumlah bank. Sekutu kemudian mengedarkan uang cadangan sebesar 2,3 miliar dari sejumlah bank tersebut.

Dampak Hiperinflasi di Masa Awal Kemerdekaan Indonesia

Ilustrasi Penyebab Hiperinflasi pada Awal Kemerdekaan Indonesia. Sumber: Unsplash.com/Kenny Eliason

Indonesia sebagai negara yang baru merdeka pada tahun 1945, kesulitan dalam mengatasi hiperinflasi. Mustopo, dkk. (2006: 36) menjelaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia yang baru berdiri, tidak dapat menghentikan peredaran mata uang Jepang tersebut.

Keadaan itu terjadi karena Republik Indonesia belum mempunyai mata uang baru sebagai penggantinya. Kesulitan ekonomi Indonesia semakin terhimpit dengan pengumuman dari Panglima AFNEI, Letnan Jenderal Sir Montagu Stopford.

Panglima AFNEI tersebut mengumumkan bahwa uang NICA berlaku di setiap daerah yang diduduki oleh Sekutu. Uang NICA menjadi pengganti uang Jepang yang pada masa itu sudah mengalami penurunan nilai.

Pemerintah melalui Perdana Menteri Syahrir melakukan protes terhadap tindakan tersebut. Tindakan Sekutu telah melanggar persetujuan tentang tidak akan ada mata uang baru sebelum keberadaan solusi politik mengenai status Indonesia.

Jadi, jelas bahwa penyebab hiperinflasi pada awal kemerdekaan Indonesia adalah peredaran mata uang Jepang yang tidak terkendali. Hal itu terjadi karena Indonesia pada masa tersebut masih belum memiliki mata uang baru. (AA)