Konten dari Pengguna

Penyebab Hubungan Indonesia dengan Negara Barat pada Demokrasi Terpimpin

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab hubungan indonesia dengan negara barat pada masa demokrasi terpimpin semakin renggang. Sumber: Christina Morillo/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab hubungan indonesia dengan negara barat pada masa demokrasi terpimpin semakin renggang. Sumber: Christina Morillo/pexels.com

Pada masa Demokrasi Terpimpin, Indonesia pernah mengalami kerenggangan hubungan dengan negara barat. Adapun penyebab hubungan Indonesia dengan negara barat pada masa demokrasi terpimpin semakin renggang adalah masalah Irian Barat.

Susetyo, dalam Strategi Diplomasi Indonesia dalam Pembebasan Irian Barat Tahun 1949-1962, menyebutkan bahwa pasca kemerdekaan, wilayah Irian Barat masih dipegang oleh Belanda atau pihak sekutu.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar penyebab hubungan Indonesia dengan negara barat pada masa demokrasi terpimpin semakin renggang, baca artikel ini sampai habis.

Penyebab Kerenggangan Hubungan Indonesia dengan Negara Barat pada Demokrasi Terpimpin

Ilustrasi penyebab hubungan indonesia dengan negara barat pada masa demokrasi terpimpin semakin renggang. Sumber: Pixabay/pexels.com

Pada era Demokrasi Terpimpin, yaitu sejak tahun 1959-1965, Indonesia masih dilanda masalah yang berkaitan dengan upaya pembebasan Irian Barat. Pasalnya, meskipun sudah merdeka, Irian Barat masih dikuasai oleh Belanda serta pihak Sekutu dan konfliknya masih berlanjut.

Upaya pembebasan ini ternyata juga membuat hubungan Indonesia dengan negara barat menjadi lebih renggang. Maka dari itu, penyebab hubungan Indonesia dengan negara barat pada masa demokrasi terpimpin semakin renggang adalah karena mereka dianggap pasif dalam mendukung pembebasan Irian Barat.

Di sisi lain, hubungan Indonesia dengan negara di Blok Timur justru semakin erat. Bahkan, Uni Soviet bersedia untuk memberikan bantuan untuk melengkapi peralatan militer kepada Indonesia agar peralatan perangnya semakin lengkap dan modern.

Indonesia sendiri telah melakukan beragam upaya untuk pembebasan Irian Barat, seperti jalur diplomasi yang ternyata gagal. Selain itu, upaya tersebut juga dilanjutkan dengan operasi militer Trikora pada 1961.

Atas bantuan dari pihak PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa, akhirnya pada 1962, Indonesia mampu mengakhiri konflik dengan Belanda serta membebaskan Irian Barat untuk bergabung menjadi bagian dari Indoneia.

Hubungan Indonesia dalam Politik Luar Negeri pada Masa Demokrasi Terpimpin

Selain terkait pembebasan Irian Barat, Indonesia juga memiliki hubungan lainnya dalam politik luar negeri, misalnya dalam partisipasinya di Gerakan Non-Blok.

Indonesia termasuk sebagai salah satu pendiri sekaligus anggota aktif dari organisasi internasional tersebut. Organisasi tersebut terdiri dari negara-negara yang tak berpihak pada Blok Barat ata u Timur selama terjadinya Perang Dingin.

Selain itu, Indonesia turut menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika yang berlokasi di Bandung pada 1955. Konferensi tersebutlah yang menjadi cikal bakal pendirian Gerakan Non-Blok.

Demikian beberapa informasi seputar penyebab hubungan Indonesia dengan negara barat pada masa demokrasi terpimpin semakin renggang. [ENF]