Penyebab Ilmu Sejarah Bersifat Diakronis dan Sinkronis yang Perlu Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilmu sejarah adalah suatu ilmu yang membahas seputar peristiwa di masa lalu. Penyebab mengapa ilmu sejarah bersifat diakronis dan sinkronis adalah karena melihat suatu peristiwa di masa lalu berdasarkan urutan waktu serta kronologi.
Madjid dan Wahyudhi dalam Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar menyebutkan jika ilmu sejarah adalah pengetahuan penting yang perlu dipelajari oleh setiap individu.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai mengapa ilmu sejarah bersifat diakronis dan sinkronis, baca artikel ini sampai habis.
Mengapa Ilmu Sejarah Bersifat Diakronis dan Sinkronis?
Ilmu sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang peristiwa masa lalu dan bersifat diakronis serta sinkronis. Lantas, mengapa ilmu sejarah bersifat diakronis dan sinkronis?
Diakronis sendiri adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani, yakni dia yang memiliki arti melewati atau melintas, sementara khronos memiliki arti waktu.
Jadi, ilmu sejarah bersifat diakronis adalah suatu ilmu yang melihat peristiwa masa lalu sebagai proses yang dinamis dan melintasi berbagai waktu.
Di sisi lain, ilmu sejarah juga bersifat sinkronis. Sebab, ilmu tersebut mempelajari peristiwa yang terjadi di masa lalu dengan berbagai aspek pada waktu atau masa tertentu.
Kata sinkronis sendiri juga berasal dari bahasa Yunani, yakni syn yang artinya bersamaan atau dengan dan khronos yang artinya waktu. Jadi, ilmu sejarah bersifat sinkronis artinya ilmu yang mempelajari peristiwa masa lalu sebagai struktur luas dalam ruang waktu.
Kedua sifat ilmu sejarah tersebut saling melengkapi untuk lebih memahami peristiwa sejarah secara komprehensif.
Pasalnya, ilmu sejarah bersifat diakronis akan membantu peneliti agar lebih memahami kapan, bagaimana, dan di mana suatu peristiwa terjadi. Selain itu, sifat diakronis juga akan membantu mengetahui sebab dan akibat terjadinya suatu peristiwa.
Tak hanya diakronis, tetapi sifat sinkronis juga dapat membantu peneliti, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi suatu peristiwa, misalnya ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, dan lainnya.
Demikian sederet informasi mengenai mengapa ilmu sejarah bersifat diakronis dan sinkronis. [ENF]
