Penyebab Kegagalan Perang Banjar dalam Mengusir Penjajah

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perang Banjar adalah perang sengit antara rakyat Kerajaan Banjar dan pemerintah Kolonial Belanda, namun terjadi kegagalan dalam perang ini. Salah satu penyebab kegagalan Perang Banjar adalah adanya campur tangan Belanda dalam urusan kesultanan.
Kerajaan Banjar adalah kerajaan yang terletak di wilayah Kalimantan Selatan, yang membentang hingga wilayah Kalimantan Tengah. Kerajaan ini memiliki banyak hasil tambang seperti emas, rotan, damar, intan, dan lada, yang menarik di mata kolonial Belanda.
Dikutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI karya Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum, Arif Pradono, S.S., M.I.Kom dan Friska Indah Kartika, S.Hum, berikut beberapa penyebab kegagalan Perang Banjar.
Penyebab Kegagalan Perang Banjar
Perang Banjar adalah salah satu bentuk perlawanan rakyat Kesultanan Banjar melawan pemerintah Kolonial Belanda. Sayangnya, perang ini mengalami kegagalan karena beberapa penyebab.
Berikut beberapa penyebab kegagalan Perang Banjar dalam melawan Pemerintah Kolonial Belanda:
1. Adanya Campur Tangan Belanda dalam Urusan Kesultanan
Perlawanan rakyat Banjar dipicu karena adanya campur tangan Belanda dalam urusan politik kerajaan. Hal ini juga yang membuat Perang Banjar mengalami kegagalan.
Bukan hanya itu, Belanda juga mulai ikut campur dalam urusan intern Kerajaan Banjar. Mulai dari ikut campur dalam pengangkatan pejabat-pejabat penting, termasuk jabatan Sultan.
2. Belanda Menguasai Daerah Banjar
Kegagalan Perang Banjar juga terjadi karena ambisi Belanda yang ingin menguasai daerah Banjar yang kaya akan sumber daya alam. Hal ini yang memicu Belanda untuk menambah kekuatan dan melakukan segala taktik untuk memperlemah pasukan Kerajaan Banjar.
3. Memonopoli Perdagangan di Banjar
Adanya monopoli perdagangan di Banjar juga menjadi salah satu penyebab kegagalan Perang Banjar. Sebenarnya, konflik yang terjadi di antara Kolonial Belanda dan rakyat Kerajaan Banjar telah terjadi sejak lama.
4. Terjadinya Penghapusan Kerajaan Banjar oleh Belanda
Setelah pangeran Tamjidilah turun tahta, Belanda mengumumkan penghapusan Kerajaan Banjar. Selain itu, kekosongan jabatan Sultan dan Mangkubumi juga mengakibatkan Kerajaan Banjar dihapus oleh Pemerintah Kolonial Belanda.
Perang Banjar benar-benar selesai pada tahun 1866 saat Pangeran Hidayat menjadi raja Kerajaan Banjarmasin menyerahkan diri ke Belanda. Selain itu, kekurangan jumlah pasukan dan senjata juga menjadi penyebab kegagalan Perang Banjar. (DSI)
