Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.1
Konten dari Pengguna
Penyebab Ketidakstabilan Politik pada Tahun 1950-an di Tanah Air Indonesia
13 Agustus 2024 23:01 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Indonesia pernah mengalami ketidakstabilan politik pada tahun 1950-an. Penyebab ketidakstabilan politik pada tahun 1950-an adalah keberadaan sistem multipartai di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Kondisi tersebut kemudian mengakibatkan konflik antarpartai karena faktor perbedaan ideologi. Ketidakstabilan politik pada masa itu juga mencakup seringnya pergantian kabinet yang terjadi nyaris setahun sekali.
Penyebab Ketidakstabilan Politik pada Tahun 1950-an
Indonesia menerapkan sistem multipartai berdasarkan Maklumat Pemerintah 3 November 1945. Sistem tersebut membuat munculnya berbagai macam partai yang saling bersaing untuk memperoleh kekuasaan.
Kondisi tersebut membuat banyak pihak membentuk partai politik dan setiap partai kerap memiliki ideologi yang berbeda. Oleh karena itu, keadaan politik menjadi kian tidak stabil seiring dengan terjadinya konflik antarpartai.
ADVERTISEMENT
Demokrasi Parlementer Tahun 1950-an di Indonesia
Ketidakstabilan politik yang terjadi pada masa demokrasi parlementer di Indonesia menimbulkan banyak kekacauan. Selain menjamurnya partai politik dan konflik antarpartai, pergantian kabinet pun sering terjadi pada masa demokrasi parlementer.
Mengutip dari buku Explore Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 3 untuk SMP/MTs Kelas IX karya Wati (2019: 151), berikut adalah daftar kabinet yang pernah memerintah pada masa demokrasi parlementer di Indonesia:
ADVERTISEMENT
Pergantian kabinet yang terlalu sering tersebut kemudian mengakibatkan ketidakstabilan lain. Pada masa itu, banyak dari program kerja kabinet yang tidak dapat terlaksana dengan baik serta tidak berkesinambungan.
Demikian menjadi jelas bahwa penyebab ketidakstabilan politik pada tahun 1950-an adalah keberadaan sistem multipartai serta konflik antarpartai. Pada masa itu, Indonesia sedang menerapkan sistem demokrasi parlementer. (AA)