Penyebab Perang Waddan yang Dipimpin Rasulullah saw.

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suatu perang tidak terjadi begitu saja. Tentu saja ada alasan atau penyebab yang melatarbelakanginya. Tak terkecuali Perang Waddan. Penyebab Perang Waddan terjadi atas alasan kaum muslimin yang ingin menghentikan gangguan dari kaum kafir Quraisy.
Mengutip dari Jurnal Lektur Keagamaan, Saufan. (2015), perang Waddan merupakan sebuah perang yang terjadi pada bulan Safar tahun 2H/bulan Agustus tahun 623 M. Perang pertama yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan memakan waktu 15 hari.
Perang Waddan juga disebut sebagai Perang Al-Abwa karena Waddan dan Al-Abwa merupakan daerah di antara Mekkah dan Madinah yang letaknya berdekatan, berjarak sekitar 6 mil. Di tempat tersebutlah Nabi Muhammad saw. memimpin perang yang pertama kali.
Penyebab Perang Waddan
Penyebab perang Waddan tak lain tak bukan adalah karena gangguan kaum kafir Quraisy yang tiada henti kepada umat Islam.
Perang Waddan merupakan perang yang pertama kali terjadi setelah Nabi Muhammad dan umat Muslim Mekkah (Muhajirin) hijrah ke Madinah.
Perang Waddan merupakan salah satu upaya Nabi Muhammad saw. untuk menghentikan gangguan yang diterima umat Islam dari kafilah dagang Quraisy yang menaiki unta dan melintas daerah Waddan.
Dalam Perang Waddan, Nabi Muhammad sendirilah yang memimpin perang tersebut. Nabi Muhammad berangkat dari Madinah menuju daerah Waddan bersama 70 kaum Muhajirin.
Sebelum berangkat, Rasulullah menyerahkan pimpinan kaum Muslim di Madinah kepada Sa'ad bin Ubadah. Pada saat berangkat, pasukan Nabi Muhammad mengibarkan bendera putih yang dibawa oleh Hamzah, paman Rasulullah.
Sesampainya di Waddan, ternyata kafilah kaum Quraisy sudah lewat. Pasukan Nabi justru bertemu dengan Bani Dhamrah, yang setuju untuk mengadakan perjanjian dengan umat Islam.
Isi dari perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
Isi perjanjian damai yang disepakati oleh Nabi Muhammad dan pembesar Bani Dhamrah bernama Majdi bin Amr Adh-Dhamri.
Bani Dhamrah tidak diperkenankan menyerang atau memerangi umat Muslim.
Umat Muslim tidak diperkenankan menyerang atau memerangi Bani Dhamrah.
Jika masing-masing dari kedua golongan mendapat serangan dari luar, wajib membela dan menolong.
Bani Dhamrah tidak diperkenankan membantu orang-orang yang hendak memusuhi umat Muslim.
Setelah perjanjian tersebut disepakati, Nabi Muhammad memimpin pasukannya untuk kembali ke Madinah, tanpa terlibat perang senjata. Demikian adalah ulasan mengenai penyebab Perang Waddan dalam sejarah islam yang perlu diketahui. (Bren/Nis)
Baca juga: Kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Teladan Kepemimpinan dalam Sejarah Islam
