Konten dari Pengguna

Penyebab Sunan Gresik Menghapuskan Sistem Kastanisasi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Sunan Gresik Menghapuskan Sistem Kastanisasi yang Merupakan Tradisi yang Berasal dari Ajaran Agama Hindu Sebelumnya? Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Sunan Gresik Menghapuskan Sistem Kastanisasi yang Merupakan Tradisi yang Berasal dari Ajaran Agama Hindu Sebelumnya? Sumber: Unsplash

Mengapa Sunan Gresik menghapuskan sistem kastanisasi yang merupakan tradisi yang berasal dari ajaran agama Hindu sebelumnya? Pertanyaan ini banyak diajukan ketika sedang mempelajari sejarah.

Dikutip dari buku Sejarah Islam Nusantara oleh Ustad Rizem Aizid, Sunan Gresik dipercaya sebagai Wali Sanga pertama yang menyebarkan Islam di Jawa. Beliau bernama asli Maulana Malik Ibrahim dan dianggap menjadi wali paling senior.

Salah satu keputusan yang diberlakukan oleh Sunan Gresik adalah menghapus sitem kastanisasi yang sudah ada sebelumnya. Apa penyebabnya?

Penyebab Sunan Gresik Menghapuskan Sistem Kastanisasi

Ilustrasi Mengapa Sunan Gresik Menghapuskan Sistem Kastanisasi yang Merupakan Tradisi yang Berasal dari Ajaran Agama Hindu Sebelumnya? Sumber: Unsplash

Maulana Malik Ibrahin atau Sunan Gresik adalah sosok ulama yang datang dari Arab. Beliau datang ke Indonesia untuk menyebarkan ajaran Islam. Ketika beliau memulai dakwahnya, kerajaan yang tengah berkuasa adalah Kerajaan Majapahit yang menjunjung ajaran Hindu Buddha.

Kepercayaan yang dianut penguasa tentunya menyebabkan lebih banyak masyarakat memeluk agama yang sama meskipun sudah ada sebagian kecil yang sudah menganut Islam. Meskipun demikian, Sunan Gresik tidak mempermasalahkan hal tersebut karena menyukai kedamaian.

Dalam agama Hindu Buddha kala itu, terdapat empat sistem kasta yang diberlakukan. Mulai dari Kasta Brahmana, Kasta Ksatria, Kasta Waisya, dan Kasta Sudra. Di Gresik, kasta yang paling banyak adalah Sudra yang terdiri dari orang tertindas, orang kurang pandai, orang miskin, hingga rakyat jelata.

Melihat fenomena tersebut, Sunan Gresik ingin menjalankan perbaikan. Pasalnya, diberlakukannya kasta sebagai pengelompokan manusia tidak sesuai ajaran Islam dan menjadi bentuk kerusakan moral. Di pandangan Isalm, seluruh manusia mempunyai derajat yang sama.

Usaha Sunan Gresik untuk menghilangkan sistem kastanisasi tenti tidak mudah. Maka dari itu ada beberapa teknik pendekatan yang beliau lakukan. Mulanya, beliau berdakwah di kalangan orang tersisih dan secara perlahan memperkenalkan Islam melalui perilaku.

Langkah lainnya yakni Sunan Giri juga berdakwah melalui cara berdagang yang menjadikan ruang lingkup menjadi lebih luas. Bahkan, dakwah beliau semakin menyebar hingga ke golongan bangsawan secara lancar. Walaupun raja tidak ingin memeluk Islam, namun ia memberi sebidang tanah di pinggiran Gresik pada Sunan Gresik yang kini dikenal sebagai Desa Gapura.

Nah itu dia sekilas pembahasan mengenai mengapa Sunan Gresik menghapuskan sistem kastanisasi yang merupakan tradisi yang berasal dari ajaran agama Hindu sebelumnya? (LAU)