Penyebab Terjadinya Krisis Politik di Indonesia Tahun 1998

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia pernah mengalami krisis politik pada tahun 1998. Salah satu penyebab terjadinya krisis politik di Indonesia tahun 1998 adalah implikasi dari krisis ekonomi moneter.
Pemerintah Indonesia pada masa itu mengalami kegagalan dalam merespons krisis ekonomi moneter sehingga legitimasinya menjadi hancur. Rakyat tidak percaya lagi kepada pemerintah sehingga krisis ekonomi berkembang menjadi krisis politik.
Penyebab Terjadinya Krisis Politik di Indonesia
Setiap negara di dunia mempunyai kemungkinan untuk mengalami krisis politik, termasuk Indonesia. Menurut catatan sejarah bangsa, Indonesia pernah mengalami krisis politik pada tahun 1998.
Penyebab terjadinya krisis politik di Indonesia pada masa itu adalah implikasi dari krisis ekonomi dan moneter. Pemerintah pada masa itu gagal dalam merespons serta mengatasi krisis ekonomi dan moneter.
Mengutip dari buku Sistem Politik Indonesia Era Reformasi karya Winarno (2008:41), kegagalan pemerintah dalam merespons dan mengatasi krisis tersebut membuat legitimasi pemerintahan Soeharto hancur berantakan.
Rakyat bahkan tidak lagi mempercayai pemerintah untuk mengatasi rangkaian persoalan ekonomi. Keadaan itu membuat krisis ekonomi dan moneter berkembang menjadi krisis politik.
Runtuhnya Masa Orde Baru di Indonesia
Krisis ekonomi dan moneter yang berkembang menjadi krisis politik menimbulkan ketidakstabilan di Indonesia. Winarno menjelaskan bahwa krisis ekonomi telah mendorong kehancuran kredibilitas pemerintah.
Krisis kepercayaan masyarakat pada masa itu terlihat dari respons masyarakat yang sering berlawanan dengan tujuan dari kebijakan pemerintah. Kondisi itu memiliki penjelasan dengan adanya sejumlah penyebab keruntuhan Orde Baru.
Mengutip dari buku Sejarah untuk Kelas XII SMA/MA karya Supriatna (2008: 11), berikut beberapa tanda runtuhnya ekonomi yang juga menjadi penyebab runtuhnya orde baru:
Sejak Juli 1997, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merosot drastis dan hanya tinggal bernilai 30%.
Penurunan nilai rupiah mengakibatkan harga-harga mulai melambung tinggi dan daya beli masyarakat menurun.
Utang luar negeri mencapai 163 miliar dolar Amerika Serikat. Hal itu terjadi karena sebagian besar utang Indonesia menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.
Pendapatan per kapita hanya 400 dolar Amerika Serikat.
Perusahaan banyak yang bangkrut, terutama perusahaan yang mengandalkan sumber keuangan dari luar negeri.
Jadi, jelas bahwa penyebab terjadinya krisis politik di Indonesia tahun 1998 adalah implikasi dari krisis ekonomi moneter. Kondisi tersebut terjadi sebelum masa reformasi. (AA)
