Konten dari Pengguna

Penyebab Utama Kerajaan Sriwijaya Runtuh dalam Catatan Sejarah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyebab Utama Kerajaan Sriwijaya Runtuh. Foto: Unsplash/ Ankit Patel.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Utama Kerajaan Sriwijaya Runtuh. Foto: Unsplash/ Ankit Patel.

Penyebab utama Kerajaan Sriwijaya runtuh menjadi topik penting dalam memahami kemunduran salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.

Mengutip dari ejournal.unibabwi.ac.id, Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim besar yang berpusat di Palembang, di tepi Sungai Musi, dan berkembang dari abad ke-7 hingga ke-13 Masehi.

Lokasi geografisnya yang strategis di jalur perdagangan internasional, seperti Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikannya pusat perdagangan dan pelayaran yang penting di kawasan Asia Tenggara.

Penyebab Utaama Kerajaan Sriwijaya Runtuh

Ilustrasi Penyebab Utama Kerajaan Sriwijaya Runtuh. Foto: Unsplash/ Sanjay Kumar.

Penyebab utama Kerajaan Sriwijaya runtuh adalah serangan militer dari kerajaan-kerajaan besar di Jawa, terutama Kerajaan Singasari dan Majapahit.

Pada tahun 1275, Raja Kertanegara dari Singasari melancarkan ekspedisi Pamalayu untuk memperluas wilayah kekuasaan ke wilayah Melayu dan Sumatera.

Serangan ini melemahkan dominasi Sriwijaya, menyebabkan daerah-daerah di bawah kekuasaannya mulai melepaskan diri dan menjalin hubungan langsung dengan kerajaan asing. Keadaan ini diperparah oleh serangan armada laut Majapahit pada tahun 1377, yang secara efektif mengakhiri kekuasaan Sriwijaya.

Selain faktor militer, Sriwijaya juga mengalami penurunan kekuatan politik karena tidak mampu lagi mengontrol wilayah-wilayah strategis, dan mempertahankan hubungan diplomatik yang sebelumnya menjadi kekuatannya.

Aktivitas perdagangan internasional yang dulu menjadi sumber kejayaan pun perlahan surut, karena para pedagang mulai mencari rute pelayaran lain yang lebih aman.

Akhirnya, proses Islamisasi di wilayah Palembang memperkuat pergeseran kekuasaan, ditandai dengan munculnya komunitas Muslim dan berkembangnya Kesultanan Palembang.

Dengan kombinasi serangan eksternal, lemahnya kontrol internal, dan perubahan tatanan sosial budaya, Sriwijaya mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh.

Kerajaan Sriwijaya merupakan simbol kejayaan maritim Nusantara. Nilai-nilainya yang meliputi diplomasi, politik, sosial, budaya, bahasa, ekonomi, dan agama menjadi warisan penting bagi identitas sejarah Indonesia.

Meskipun telah runtuh, kejayaan dan warisan Sriwijaya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah Nusantara yang patut dikenang dan dipelajari oleh generasi masa kini.

Serangkaian tekanan militer, instabilitas politik, dan melemahnya pengaruh wilayah secara bertahap menjadi penyebab utama keruntuhan Kerajaan Sriwijaya.

Baca juga: 3 Ciri Khas Kerajaan Nusantara yang Membuatnya Unik