Konten dari Pengguna

Pepera, Jantung Persoalan Papua sejak Tahun 60-an

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi: Pepera. Sumber: Ambrosius Mulalt/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi: Pepera. Sumber: Ambrosius Mulalt/Pexels.com

Pepera adalah Penentuan Pendapat Rakyat, yaitu jejak pendapat pemerintahan Indonesia di Papua pada pertengahan tahun 1969, yang berada di bawah pengawasan UNTEA. Pepera bertujuan menentukan status kepemilikan Papua Barat.

Informasi selengkapnya, simak penjelasan berikut!

Latar Belakang Munculnya Pepera

Foto Hanya Ilustrasi: Pepera. Sumber: bima/Pexels.com

Adi Sudirman dalam buku berjudul Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia menjelaskan bahwa Pepera muncul ketika terjadi konflik status kepemilikan Papua Barat antara Indonesia dan Belanda. Pepera terjadi setelah perjanjian New York tahun 1969.

Perjanjian New York bertujuan untuk memindahkan kekuasaan Papua Barat dari Belanda kepada Indonesia. Pepera diatur Jenderal Sarwo Edhi Wibowo.

Pepera merupakan salah satu cara yang dilaksanakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB untuk mengetahui pilihan rakyat yang ada di Irian Barat. Pilihan yang dimaksud, yaitu bergabung dengan Indonesia atau tidak.

Proses Berjalannya Pepera

Pepera dilakukan tahun 1969, semua pria dan wanita masyarakat Papua (bukan warga negara asing) mempunyai hak pilih dalam Papera. Jenderal Sarwo Edhi Wibowo memilih 1.025 orang dari 800 ribu penduduk Papua Barat dalam Pepera.

Mereka memilih dengan cara membaca kalimat atau mengangkat tangan di hadapan pengamat PBB. Hasil Pepera adalah 1.025 masyarakat Papua Barat memilih bergabung dengan Indonesia.

Tetapi keputusan ini sempat dianggap mencurigakan oleh Organisasi Papua Merdeka dan berbagai pengamat yang lain. Meski demikian, Amerika Serikat mendukung keputusan tersebut. Akhirnya, Papua Barat tercatat sebagai provinsi baru.

Provinsi yang baru tersebut diberi nama Irian Jaya dan provinsi Irian Jaya menjadi provinsi baru yang ke-26 di Indonesia.

Hasil dari Pepera kemudian dibawa Duta Besar Ortiz Sanz untuk dilaporkan pada sidang umum PBB ke-24 bulan November 1969. Otomatis, secara de jure sejak saat itu Irian Jaya menjadi milik Indonesia.

Pentingnya Pepera bagi Indonesia

Drs. Sudjatmoko Adisukarjo, dkk. dalam buku berjudul Horizon IPS Ilmu Pengetahuan Sosial menjelaskan bahwa Pepera memiliki arti yang sangat penting bagi pemerintah Indonesia, antara lain:

  1. Bukti bahwa Pemerintah Indonesia dengan merebut Irian Barat lewat konfrontasi bukan merupakan sebuah tindakan aneksasi atau penjajahan kepada bangsa lain. Karena secara sah dipandang dari segi de facto dan de jure, Irian Barat adalah bagian dari wilayah Indonesia.

  2. Upaya keras pemerintahan Indonesia merebut kembali Irian Barat bukan tindakan yang sepihak, melainkan mendapatkan dukungan dari masyarakat Irian Barat. Terbukti, hasil Pepera menyatakan rakyat Irian ingin bergabung dengan Indonesia.

Itulah penjelasan tentang Papera yang merupakan jantung persoalan Papua sejak tahun 60-an. (eK)