Konten dari Pengguna

Peran Daulah Usmani dalam Mempertahankan Konstantinopel

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Peran Daulah Usmani dalam Mempertahankan Konstantinopel, Foto: Pexels/Melike İlayda Baksı
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peran Daulah Usmani dalam Mempertahankan Konstantinopel, Foto: Pexels/Melike İlayda Baksı

Apa peran Daulah Usmani dalam mempertahankan kota Konstantinopel dan menjadikannya sebagai pusat peradaban Islam? dalam sejarah Islam, Daulah Usmani ini memiliki banyak peran penting bagi peradaban Islam.

Dikutip dari Sejarah Daulah Utsmaniyah, 2019-2020, dalam situs store.ums.ac.id, Daulah Utsmaniyah (Ottoman Empire) sendiri merupakan pemerintahan terbesar dan terkuat dalam sejarah dunia Islam.

Kekuasaan teritorinya membentang sekitar 20 juta km persegi dan meliputi tiga benua. Hal inilah yang membuat pemerintahan ini disegani oleh bangsa-bangsa Eropa pada masa itu. Perjalanan sejarah Daulah Utsmaniyah memiliki banyak hal untuk dikaji.

Peran Daulah Usmani dalam Mempertahankan Konstantinopel

Ilustrasi Peran Daulah Usmani dalam Mempertahankan Konstantinopel, Foto: Pexels/Şevval Çadır

Apa peran Daulah Usmani dalam mempertahankan kota Konstantinopel dan menjadikannya sebagai pusat peradaban Islam? Perannya adalah membuat agama Islam masuk ke wilayah tersebut.

Mengutip jurnal Penaklukan Konstantinopel tahun 1543: Upaya Turki Utsmani menyebarkan agama dan membentuk kebudayaan Islam di Eropa, oleh Yolan Sadewa Aditya Kusuma, Lutfiah Ayundasari, 2021, diceritakan peran Daulah Usmani.

Saat Daulah Usmani berhasil menaklukkan Konstantinopel, pemerintahan ini di pimpin oleh Muhammad Al-Fatih yang berusia 22 tahun. Ia berkuasa pada tahun 1451 Masehi.

Muhammad Al-Fatih langsung mengarahkan pandangannya dan bersungguh sungguh untuk menaklukan Konstantinopel, hingga berhasil ditaklukkan pada tahun 1453 Masehi.

Sehingga Agama Islam berhasil tersebar ke Konstantinopel, Agama Islam yang telah masuk didalam Konstantinopel berjalannya waktu akan berdampak pada kebudayaan setempat yang sebelumnya bergaya Romawi eropa.

Ketika Konstantinopel ditaklukan dan Islam masuk kebudayaannya Identik dengan kebudayaan Islam Turki Utsmani.

Dibuktikan dengan Muhammad Al-Fatih langsung mengubah gereja megah Aya Shofia untuk dialihfungsikan menjadi masjid dan mengganti nama kota menjadi Islam Bul yang berarti kota Islam.

Jatuhnya Konstantinopel menandai akhir riwayat Kekaisaran Byzantium, yang dipandang sebagai salah satu penguasa adikuasa sebelum Islam muncul.

Konstantinopel berada disebuah tempat yang secara geografis sangat istimewa, karena berada di atas tujuh bukit di mana orang dapat melihat secara leluasa.

Kota ini juga terletak di perbatasan Eropa dan Asia yang merupakan persimpangan jalan antara belahan bumi bagian Barat dan Timur, dan di antara Laut Hitam dan Laut Tengah.

Konstantinopel dikenal memiliki cuaca yang bervariasi serta dilindungi oleh dinding tebal dan benteng yang kokoh, yang berfungsi untuk menahan serangan dari orang-orang Berber, Rusia, dan Bulgaria.

Kota ini merupakan tempat yang sulit diserang oleh orang-orang Arab, Persia, dan bangsa- bangsa lainnya. Kemenangan ini merupakan terbesar bagi Utsmaniyah.

Sehingga persebaran Agama Islam di Eropa kembali mengalami titik terang ketika Konstantinopel berhasil ditaklukan.

Itulah peran Daulah Usmani dalam mempertahankan kota Konstantinopel dan menjadikannya sebagai pusat peradaban Islam. Persebaran Agama Islam sangat merubah wajah Konstantinopel.

Baca juga: Bagaimana Sejarah Kota Konstantinopel? Ini Kronologinya