Peran Indonesia di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) beserta Prinsip Dasar PBB

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) didirikan di kota San Fransisco, Amerika Serikat pada tanggal 24 Oktober 1945. Latar belakang PBB salah satunya dorongan membangun kerja sama internasional.
Dikutip dari buku Politik Antarbangsa karya Hans J. Morgenthau, tujuan utama PBB didukung penuh oleh Indonesia, yaitu menjaga perdamaian serta keamanan dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat.
Berikut akan dijelaskan peran Indonesia di Perserikatan Bangsa-bangsa serta prinsip dasarnya yang perlu diketahui.
Peran Indonesia di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)
Berikut adalah beberapa peran Indonesia di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang perlu diketahui.
Indonesia ditetapkan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada tahun 2007 sebagai langkah konkret pada misi perdamaian PBB.
Indonesia berperan dalam mempertegas arah politik luar negeri Indonesia yang sifatnya bebas aktif serta berorientasi untuk kepentingan nasional.
Indonesia menjadi salah satu pendiri Association of South-East Asian Nation (ASEAN) dan Sekretariat Jenderal ASEAN ada di Jakarta.
Indonesia mengirim Pasukan Garuda yang bertujuan menjaga perdamaian di Mesir, Zaire, Vietnam, Lebanon, Timur Tengah, dan negara-negara lainnya.
Mochtar Kusumaatmadja selaku mantan Menteri Luar Negeri Indonesia terpilih menjadi anggota Komisi Hukum Internasional PBB periode 1992-2001.
Indonesia adalah salah satu anggota pertama Dewan HAM dari 47 negara anggota PBB pada tahun 2006.
Indonesia menjadi sebagai salah satu bagian pendiri Gerakan NonBlok (GNB) pada tahun 1961.
Indonesia menjadi inisiator pembentukan Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) pada tahun 2002 yang membahas mengenai konflik Laut China Selatan.
Indonesia berpartisipasi sebagai co-sponsor, fasilitator, mediator, partisipator, inisiator, motivator, dan justifikator dalam membantu penyelesaian konflik antara Israel-Palestina.
Indonesia berperan sebagai perantara dengan memfasilitasi berbagai pertemuan dalam konflik perbatasan Thailand dan Kamboja.
Prinsip Dasar Persatuan Bangsa-bangsa
Berikut merupakan prinsip dasar yang dimiliki PBB, antara lain:
Bentuk kekerasan apapun dilarang kepada negara lain.
Persamaan dan kesetaraansemua anggota yang berdaulat.
Seluruh anggota diharuskan memenuhi kewajibannya.
Perselisihan harus diselesaikan dengan cara damai.
Penentuan keanggotaan PBB ditentukan Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB.
Anggota asli PPB yaitu negara-negara yang ikut serta dalam penandatangan Piagam San Fransisco.
Demikianlah penjelasan mengenai peran Indonesia di Perserikatan Bangsa-bangsa serta prinsip dasarnya. (ARH)
