Peran Ki Hajar Dewantara dalam Pendidikan Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan memberi banyak dampak berarti bagi Indonesia.
Dikutip dari buku Inspirasi Pahlawan Indonesia oleh Hafidz Muftisany, Ki Hajar Dewantara merupakan seorang tokoh yang sangat inspiratif dan mempunyai karakter yang patut dicontoh. Salah satunya, yaitu kepemimpinan.
Ki Hajar Dewantara mempunyai peran penting dalam pendidikan Indonesia. Bagaimana penjelasan lengkapnya?
Peran Ki Hajar Dewantara dalam Pendidikan
Ki Hajar Dewantara merupakan sosok yang memperjuangkan bidang pendidikan bangsa Indonesia. Bahkan atas jasanya, beliau diberikan julukan sebagai Bapak Pendidikan Nasional.
Perjuangan Ki Hajar Dewantara dimulai pada 1908 ketika beliau bergabung dalam Budi Utomo. Dalam organisasi tersebut, beliau menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya semangat persatuan dan kebersamaan sebagai bangsa.
Setelahnya, Ki Hajar Dewantara melanjutkan perjuangannya dalam bidang pendidikan. Hal ini beliau buktikan dengan mendirikan Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta.
Melalui sekolah tersebut, Ki Hajar Dewantara berusaha menyatukan pendidikan dengan gaya Jawa tradisional dengan gaya Eropa.
Selain itu, beliau juga menumbuhkan kesadaran dalam diri siswa bahwa mereka mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Awal mula pendiriannya, Perguruan Taman Siswa hanya memiliki Taman Anak yang terdiri dari Sekolah Dasar kelas 1, 2, dan 3. Adapun jumlah siswa saat itu adalah 130 orang.
Selain Taman Anak, ada pula Kursus Guru dengan anggota 10 orang. Tak hanya berperan sebagai pendiri, Ki Hajar Dewantara juga turut berperan sebagai pengajar.
Orang-orang yang mengajar di Taman Anak merupakan lulusan sekolah guru dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama pada masa kolonial Belanda.
Selain mendirikan sekolah, Ki Hajar Dewantara juga mencetuskan semboyan pendidikan, yaitu Tut Wuri Handayani. Beliau juga mencetuskan lima asas pendidikan yang disebut Pancadharmayang berisi:
Kodrat alam: yakin secara kodrati akal pikiran manusia dapat berkembang dan dikembangkan.
Kemerdekaan: peserta didik diarahkan untuk merdeka secara pikiran, tenaga, dan batin.
Kebudayaan: menyadarkan peserta didik bahwa pendidikan didasari proses yang tidak berhenti dan dinamis.
Kebangsaan: memperjuangkan prinsip kebangsaan.
Kemanusiaan: menempatkan manusia dalam hubungan persahabatan antarbangsa.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai peran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan Indonesia.(LAU)
